Lokal

Langsa Peringati Hardikda Aceh ke-67, Tekankan Pendidikan Islami dan Kesiapsiagaan

Bagikan:
Bendera Merah Putih berkibar di halaman Disdikbud Kota Langsa saat peringatan Hardikda ke-67

LANGSA — Pemerintah Kota Langsa memperingati Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke-67 di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Langsa, Rabu (2/9). Upacara dipimpin Plt Kepala Disdikbud Sopian SPd MM MPd dan diikuti kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik dengan tema “Memajukan Pendidikan Aceh, Membangun Generasi Islami, Unggul dan Bermartabat”.

Upacara, peserta, dan pesan pembukaan

Upacara Hardikda dihadiri pejabat setempat serta perwakilan sekolah SD dan SMP se-Kota Langsa. Acara menegaskan pendidikan sebagai fondasi masa depan Aceh dan panggilan bersama untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

Peserta upacara juga mendengarkan amanat Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang dibacakan oleh panitia. Amanat menekankan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan evaluasi serta momentum perbaikan sistem pendidikan.

Pesan Gubernur: Pendidikan bukan hanya akademik

Gubernur mengingatkan bahwa kualitas pendidikan menentukan masa depan Aceh. Ia menekankan pendidikan unggul harus membentuk karakter, kreativitas, inovasi, dan integritas generasi muda.

"Karena kita semua memahami, masa depan Aceh sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan hari ini,"

Gubernur menambahkan bahwa pendidikan merupakan investasi untuk mewujudkan visi Aceh Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan. Pendidikan yang baik diharapkan menghasilkan generasi berilmu, berakhlak, dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Kesiapsiagaan bencana di sekolah

Selain peningkatan mutu, perhatian pemerintah juga diarahkan pada kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah. Aceh memiliki potensi bencana yang memerlukan pembelajaran mitigasi sebagai bagian dari budaya sekolah.

Guru dan kepala sekolah diingatkan membekali peserta didik keterampilan penyelamatan diri dan respons darurat, termasuk langkah saat gempa atau bencana lain terjadi.

Pemulihan sarana pendidikan pasca-bencana

Pemerintah Aceh terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk memulihkan sarana dan prasarana pendidikan yang terdampak. Dukungan anggaran APBN diarahkan untuk revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi sekolah terdampak.

  • SMK: 93 sekolah negeri dan swasta terdampak banjir
  • SMA: 344 sekolah terdampak

Pemerintah memastikan proses pemulihan berjalan agar peserta didik kembali memperoleh layanan pendidikan yang aman, nyaman, dan layak.

Komitmen bersama untuk pendidikan berkualitas

Gubernur memberi apresiasi kepada guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, orang tua, dan peserta didik atas prestasi di bidang akademik, olahraga, seni, dan budaya. Ia menekankan perlunya kesempatan, pembinaan, dan peningkatan kompetensi guru untuk mengembangkan potensi anak-anak Aceh.

"Anak-anak Aceh memiliki kemampuan yang luar biasa. Yang kita butuhkan adalah kesempatan, pembinaan, guru yang terus belajar dan lingkungan pendidikan yang mendukung,"

Peringatan Hardikda ke-67 diharapkan memperkuat kolaborasi semua pihak dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan bermartabat untuk kemajuan Aceh.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait