PTPN IV PalmCo dan Unsam Teken MoU, Bedah Buku Kebun Negara
Langsa — Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Sandhiyudha, memberikan kuliah umum, memimpin bedah buku, dan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Samudra pada Selasa, 1 September, di Langsa. Kegiatan itu menghadirkan jajaran manajemen PTPN IV Regional VI untuk memperkuat kolaborasi antara perusahaan dan akademisi.
Kegiatan dan penandatanganan MoU
Roadshow bedah buku berjudul Ekosistem Kebun Negara untuk Petani Sawit dan Rakyat dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama strategis antara PTPN IV PalmCo dan Universitas Samudra. Manajemen regional yang membawahi wilayah operasional Langsa dan Aceh turut mendampingi prosesi penandatanganan tersebut.
MoU tersebut berfokus pada penguatan program pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah kebun negara di Aceh. Kerja sama ini diharapkan menjadi payung formal bagi kolaborasi berkelanjutan antara dunia usaha dan kampus.
Isi buku dan pesan strategis
Arya menjelaskan bahwa buku yang dibedah memuat pesan strategis serta kajian aspek hukum dan tanggung jawab sosial BUMN perkebunan dalam melindungi petani sawit rakyat. Ia menyoroti peran kebun negara sebagai pengungkit kesejahteraan petani.
“Kami ingin memastikan keberadaan kebun negara tidak hanya untuk korporasi, tetapi juga menjadi pengungkit kesejahteraan petani rakyat,” ujar Arya dalam kuliah umum.
Dalam paparan itu dibahas pula implementasi Pasal 33 UUD 1945, formula kemitraan inti-plasma, serta upaya kedaulatan dan perlindungan hak petani. Arya menekankan bahwa kebun negara memberikan efek gravitasi bagi sekitar 42 persen petani sawit rakyat.
Dukungan akademik dan harapan
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Samudra, Prof. Muhammad Nasir SH MH, menyambut baik kerja sama ini. Ia menilai kolaborasi penting untuk memacu riset, pengabdian masyarakat, dan penguatan sumber daya manusia di sektor perkebunan sawit.
Kepala Bagian Umum Universitas Samudra, Syahrizal Usmansyah SE MSi, berharap kegiatan memberi wawasan praktis bagi mahasiswa dan masyarakat.
“Forum akademik seperti ini juga menjadi wadah untuk mempertemukan perspektif hukum, ekonomi, dan pembangunan dalam melihat masa depan industri perkebunan nasional,” kata Syahrizal.
Dampak dan tindak lanjut
Melalui MoU, kedua pihak sepakat mengembangkan program pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat di wilayah kebun negara di Aceh. Langkah ini diharapkan mendorong penerapan hasil riset ke lapangan dan memperkuat posisi petani sawit rakyat dalam ekosistem perkebunan.
Ke depan, kolaborasi resmi ini akan menjadi dasar pembentukan kegiatan bersama yang lebih terukur, termasuk studi lapangan, pelatihan teknis, dan program pemberdayaan ekonomi lokal.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Gallery Mustika Deli di MPP Medan Raup Omzet Rp509 Juta
Sejak Agustus, Gallery Mustika Deli di MPP Medan mencatat omzet Rp509.997.000, dorong pemasaran dan akses ri...
129 KPM di Tapsel Ajukan Sanggahan Usai Dinonaktifkan karena Judi Online
129 dari 2.973 KPM PKH Tapsel mengajukan sanggahan setelah dinonaktifkan karena indikasi judi online; proses...
Polres Sibolga Ikut Pelatihan Fotografi dan Video Sinematik
Personel Sihumas Polres Sibolga mengikuti pelatihan fotografi dan pembuatan video sinematik oleh Bidhumas Po...
FWTM-AMPI Sumut Perkuat Kolaborasi Tangani Bencana dan Lingkungan
FWTM dan DPD AMPI Sumut sepakat memperkuat kolaborasi untuk menangani bencana, lingkungan, pembangunan, dan...
Aceh Peringati Hardikda ke-67: Sekda Tekankan Mutu dan Kesiapsiagaan
Plt Sekda Aceh pimpin Hardikda ke-67 (2 Sept 2026) dan tekankan peningkatan mutu pendidikan, pemerataan laya...
Black Star FC vs Lamcot FC: Laga Sengit Carlos Cup 2026
Black Star FC Lamlhom berjumpa Lamcot FC di Carlos Cup 2026, Rabu 2 September di Lapangan Carlos Lhoknga; la...