Gallery Mustika Deli di MPP Medan Raup Omzet Rp509 Juta
Medan — Sejak diresmikan Wali Kota Medan Rico Waas pada Agustus lalu, Gallery Mustika Deli di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Medan mencatatkan pencapaian signifikan. Pusat penjualan produk unggulan UMKM binaan Dekranasda itu meraih omzet hingga Rp509.997.000, kata Wakil Sekretaris Dekranasda Kota Medan Yulita Dewi saat dikonfirmasi, Rabu (2/9).
Omzet dan performa sejak pembukaan
Gallery yang dikelola untuk mempromosikan produk lokal membuka akses pemasaran bagi pelaku UMKM sejak Agustus. Menurut Yulita Dewi, respons pengunjung tinggi sejak hari pertama operasional. Bendahara Dekranasda, Rahmatun Nazillah, turut mendampingi klarifikasi data penjualan.
Pencapaian omzet lebih dari setengah miliar rupiah menunjukkan minat pasar terhadap produk lokal. Angka ini menjadi tolok ukur awal keberhasilan program peningkatan kapasitas UMKM di tingkat kota.
Produk terlaris dan pola kunjungan
Dari berbagai produk yang dipajang, kategori kriya, fashion, dan makanan ringan menjadi yang paling laris. Penataan etalase dan variasi produk turut membantu konversi pengunjung menjadi pembeli.
"Pengunjung paling ramai biasanya saat ada event tertentu dan layanan publik harian di MPP Kota Medan. Terutama pada hari Rabu dan Jumat, pada saat adanya Job Fair di lantai 1," ujar Yulita Dewi.
Hari-hari dengan acara publik dan bazar meningkatkan trafik pembeli. Manajemen galeri memanfaatkan momen ini untuk menampilkan produk unggulan dan promosi khusus.
Dukungan Dekranasda dan akses ke pasar internasional
Keberadaan Gallery Mustika Deli merupakan bagian dari program pembinaan Dekranasda Kota Medan. Tujuannya memfasilitasi pemasaran, pelatihan kemasan, dan penguatan merek bagi usaha mikro dan kecil.
Ketua Dekranasda Kota Medan, Ny. Airin Rico Waas, disebut berhasil mendorong beberapa produk binaan menembus ritel internasional, termasuk peluang masuk ke mitra seperti UNIQLO. Langkah ini membuka jalur ekspansi pasar di luar daerah.
Dampak dan prospek ke depan
Galeri di MPP tidak hanya memudahkan pembelian produk lokal, tetapi juga berfungsi sebagai etalase bagi UMKM untuk naik kelas. Keberlanjutan program akan bergantung pada konsistensi promosi dan kolaborasi antara pemerintah kota serta pelaku usaha.
Dengan permintaan yang terus meningkat, Dekranasda berpeluang memperluas jumlah peserta binaan dan menjajaki lebih banyak kemitraan ritel. Jika tren ini berlanjut, dampak positif pada perekonomian lokal akan semakin terasa.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
MAA Ingatkan Mahasiswa IAIN Langsa Jaga Kearifan Lokal
Ketua MAA Langsa mengingatkan mahasiswa baru IAIN Langsa menjaga jati diri dan kearifan lokal di tengah arus...
129 KPM di Tapsel Ajukan Sanggahan Usai Dinonaktifkan karena Judi Online
129 dari 2.973 KPM PKH Tapsel mengajukan sanggahan setelah dinonaktifkan karena indikasi judi online; proses...
Polres Sibolga Ikut Pelatihan Fotografi dan Video Sinematik
Personel Sihumas Polres Sibolga mengikuti pelatihan fotografi dan pembuatan video sinematik oleh Bidhumas Po...
FWTM-AMPI Sumut Perkuat Kolaborasi Tangani Bencana dan Lingkungan
FWTM dan DPD AMPI Sumut sepakat memperkuat kolaborasi untuk menangani bencana, lingkungan, pembangunan, dan...
Aceh Peringati Hardikda ke-67: Sekda Tekankan Mutu dan Kesiapsiagaan
Plt Sekda Aceh pimpin Hardikda ke-67 (2 Sept 2026) dan tekankan peningkatan mutu pendidikan, pemerataan laya...
Black Star FC vs Lamcot FC: Laga Sengit Carlos Cup 2026
Black Star FC Lamlhom berjumpa Lamcot FC di Carlos Cup 2026, Rabu 2 September di Lapangan Carlos Lhoknga; la...