Menkes Tegaskan Varian Hantavirus di Indonesia Aman
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan varian hantavirus yang muncul di kapal pesiar luar negeri berbeda dengan virus hantavirus yang pernah terdeteksi di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan saat Menkes menjawab wartawan di Jakarta Pusat pada Selasa, 12 Mei 2026. Pemerintah langsung menelusuri satu warga negara asing (WNA) kontak erat dan memeriksa yang bersangkutan di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso.
Varian berbeda, risiko terkendali
Menkes mengatakan perbedaan varian membuat situasi di Indonesia relatif terkendali. Ia menegaskan hantavirus bukan penyakit baru di tanah air dan pernah diidentifikasi sejak awal 2000-an. Karena itu, pemerintah fokus memperkuat deteksi dan penanganan agar kasus tidak meluas.
Ini virusnya beda dengan Covid, ini sudah lama ada. Sejak tahun 2000-an di Indonesia sudah teridentifikasi,
Penelusuran kontak dan hasil pemeriksaan
Pemerintah menerima informasi dari pemerintah Inggris pada 7 Mei tentang seorang WNA yang menjadi kontak erat pasien positif hantavirus di kapal pesiar. Orang tersebut diketahui bekerja di Indonesia sehingga segera dilacak.
Menurut Menkes, identifikasi dilakukan pada 8 Mei dan yang bersangkutan menjalani pemeriksaan menyeluruh di RSPI Sulianti Saroso. Hasil sementara menunjukkan negatif hantavirus, namun yang bersangkutan diminta menjalani isolasi sementara untuk memantau masa inkubasi.
Yang kita lakukan adalah surveillance-nya diperbaiki. Kemudian kalau ada yang ketahuan kena, itu bisa dikirim ke rumah sakit, rumah sakit sudah tahu cara mengobatnya,
Penguatan surveilans pasca pandemi
Menkes menilai pengalaman pandemi Covid-19 memperkuat kemampuan surveilans Indonesia. Kolaborasi internasional dinilai membantu deteksi dini potensi masuknya penyakit menular dari luar negeri. Dengan sistem yang diperbaiki, respons diharapkan lebih cepat dan terkoordinasi.
Pengalaman pandemi Covid-19 membuat kemampuan surveilans dan kerja sama internasional Indonesia kini jauh lebih siap. Pemerintah kini lebih cepat mendeteksi potensi ancaman penyakit menular dari luar negeri sebelum meluas,
Langkah pemerintah ke depan
Pemerintah menekankan pemantauan kontak erat, pengujian laboratorium, dan kesiapan rumah sakit sebagai langkah utama. Jika ada kasus terkonfirmasi, pasien akan dirujuk ke fasilitas yang sudah tahu protokol penanganan hantavirus. Sampai saat ini, hasil pemeriksaan pada WNA kontak menunjukkan kondisi baik dan negatif hantavirus.
Dengan kombinasi penelusuran cepat dan penguatan surveilans, pemerintah berharap potensi penyebaran varian asing dapat dicegah tanpa menimbulkan kepanikan publik.
Berita Terkait
Robotik Tingkatkan Presisi Operasi Penggantian Sendi Lutut
Dr. I Made Yudi Mahardika: teknologi robotik memfasilitasi operasi penggantian sendi lutut agar lebih presis...
Ortopedi Indonesia Maju, Fokus Pulihkan Fungsi dan Aktivitas
Andri Lubis: ortopedi Indonesia berkembang dengan sembilan subspesialisasi, kini fokus mengembalikan fungsi...
Kemenkes Percepat Robotika Kesehatan untuk Rehabilitasi Stroke
Kemenkes mempercepat pengembangan robotika kesehatan untuk rehabilitasi stroke, membentuk komite nasional da...
Orang Tua Diminta Cermat Atur Asupan Gula Anak
Kecap Manis Bumbu Bunda diluncurkan di Jakarta; ahli gizi mengingatkan orang tua cermati gula tersembunyi pa...
Selain Asap Rokok, 5 Penyebab Pneumonia di Rumah yang Perlu Diwaspadai
Selain asap rokok, debu kipas, bedak tabur, obat nyamuk, virus tetangga, dan ventilasi buruk bisa picu pneum...
6 Kebiasaan Kecil untuk Jadi Lebih Produktif Tanpa Ribet
Enam kebiasaan kecil — hindari gawai, minum air, atur prioritas, kerjakan tugas penting, olahraga, refleksi...