Sama Sesama: Hubungkan Kreator dan Pasar di Yogyakarta
Sama Sesama adalah bisnis kreatif lokal di Yogyakarta yang dibangun untuk menghubungkan para kreator dengan pasar. Didirikan pada 23 Februari 2026, usaha ini kini memiliki tiga karyawan dan menggandeng sekitar 60 brand kolaborator. Pendiri menghadirkan wadah bagi seniman yang kesulitan memasarkan karyanya, sekaligus menargetkan konsumen generasi Z serta pelajar dan mahasiswa.
Asal-usul dan tujuan
Usaha ini bermula dari hobi mengoleksi merchandise, sticker, dan berbagai printilan lucu. Icka Gavrilla bersama rekannya, Novandy Essa, memutuskan merintis toko untuk menyalurkan koleksi tersebut menjadi platform penjualan bagi kreator lokal.
"Jogja ini memiliki banyak seniman dengan karya yang bagus dan unik tetapi mereka tidak tahu bagaimana cara memasarkannya, start-nya seperti apa, maka dari itu kita hadir sebagai wadah untuk karya mereka,"
Icka Gavrilla, Owner Sama Sesama.
Model bisnis dan pasar
Sama Sesama menjual karya seniman lokal dalam bentuk merch dan stiker yang banyak diminati generasi muda. Pendiri melihat adanya peluang jelas dari kebiasaan anak muda menempel stiker di tumbler, laptop, dan gadget.
"Kalau nugas di Coffee Shop bisa dilihat pasti generasi Z ini laptop dan tumblernya penuh dengan stiker,"
Novandy Essa, co-founder Sama Sesama.
Selain menargetkan pelajar dan mahasiswa, toko ini juga kerap dikunjungi orang tua yang membawa anaknya untuk memilih merchandise. Dengan pendekatan seperti ini, Sama Sesama memadukan kebutuhan pasar dan keberagaman karya kreator.
Strategi pemasaran
Untuk memperluas jangkauan, Sama Sesama memanfaatkan platform digital. Mereka aktif di Instagram dan TikTok, serta bekerja sama dengan influencer untuk pembuatan konten promosi. Kolaborasi dengan sekitar 60 brand mendukung ketersediaan produk dan variasi karya di toko.
Ambisi jangka panjang
Meskipun saat ini fokus utama adalah mengembangkan toko dan jaringan penjualan, pendiri memiliki rencana lebih besar. Mereka ingin menghadirkan art market yang lebih besar di Yogyakarta agar ekosistem seni lokal dapat tumbuh setara dengan pasar di kota lain.
Untuk saat ini, langkah-langkah praktis memperkuat toko, memperluas kolaborasi, dan meningkatkan pemasaran digital menjadi prioritas agar karya kreator Jogja lebih mudah diakses pembeli.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...