Seluruh Peron Stasiun Bogor Layani KRL Formasi 12 Kereta
PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi mengoperasikan peron jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor sehingga seluruh jalur kini mampu melayani KRL berformasi 12 kereta. Pengumuman disampaikan pada Senin, 27 Juli 2026, sebagai antisipasi lonjakan mobilitas penumpang harian di Bogor Line.
Pengoperasian peron dan uji coba
KAI melaporkan uji beban jalur dilakukan menggunakan lokomotif pada 29 Juni 2026. Selanjutnya, uji operasional sarana KRL digelar oleh manajemen pada 1 Juli 2026 untuk memastikan kesiapan layanan.
"Setiap tahapan pengujian dilakukan secara menyeluruh agar kesiapan prasarana, sarana, dan pola operasi berjalan selaras. Keselamatan pelanggan dan keandalan perjalanan menjadi acuan utama sebelum fasilitas digunakan," ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Peningkatan kapasitas dan fasilitas stasiun
Pekerjaan fisik kanopi peron jalur 4 dan 5 dimulai sejak 18 Juli 2026. KAI juga menambah kanopi sepanjang 140 meter pada area peron jalur 2 dan 3 untuk menambah ruang tunggu penumpang.
Sebagai pelengkap, fasilitas eskalator baru akan dipasang pada selasar timur menuju skybridge Bogor Paledang. Pemasangan ini bertujuan mempermudah perpindahan antarlayanan.
"Perpindahan antarlayanan perlu didukung akses yang mudah dan nyaman. Pemasangan eskalator menuju skybridge Bogor Paledang diharapkan membantu pelanggan melanjutkan perjalanan dengan alur yang lebih praktis," kata Anne Purba.
Data penumpang dan sarana baru
KAI mencatat total 78,07 juta pelanggan pada Bogor Line sepanjang Semester I 2026. Untuk periode Januari hingga Juni 2026, Stasiun Bogor mencatat 18.451.462 pergerakan pelanggan KRL.
Pengadaan sarana baru terdiri dari 27 rangkaian SF12 dengan total 324 unit kereta. Sebanyak 18 rangkaian buatan CRRC dan PT INKA sudah dioperasikan secara bertahap.
"Dengan rata-rata lebih dari 431 ribu pelanggan per hari di Bogor Line, setiap peningkatan kapasitas harus memberi manfaat yang jelas. KAI terus menyelaraskan kesiapan peron SF12, pengembangan kanopi, sarana baru, pola operasi, serta konektivitas menuju Bogor Paledang agar perjalanan pelanggan semakin nyaman, aman, dan tertata," ujar Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI.
Dampak operasional
Stasiun Bogor kini melayani 392 perjalanan KRL pada setiap hari kerja. Layanan Kereta Api Pangrango relasi Bogor Paledang menuju Sukabumi juga mencatat kenaikan penumpang sebesar 6,69 persen.
Langkah selanjutnya
KAI menegaskan pengembangan infrastruktur dan pola operasi akan terus disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Fokus utama tetap pada keselamatan, keandalan, dan kenyamanan perjalanan pengguna Bogor Line.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...