Durian Selisun Nunukan Dikembangkan di Samarinda, Panen Melimpah 2026
Durian Selisun — varietas premium dari Kabupaten Nunukan, Kaltara — kini dikembangkan secara resmi di Samarinda melalui teknik okulasi oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di penangkaran RM Garden, dan telah mulai menghasilkan buah. Fenomena ini terjadi saat panen durian lokal mulai melimpah sejak Mei 2026, memuncak pada Juli, dan diperkirakan berlanjut hingga September 2026, menurut Rahman, pemerhati petani durian setempat, Selasa (28/07/2026).
Perubahan pola peredaran: dari Sebatik ke daratan Nunukan
Selama ini warga Nunukan biasa menyeberang ke Pulau Sebatik untuk berburu durian. Namun tahun ini produksi dari daratan Pulau Nunukan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.
Rahman menjelaskan perubahan ini sebagai bukti berkembangnya budidaya durian di daratan. Ia mengatakan sebagian besar pasokan sekarang berasal dari kebun lokal, sehingga durian asal Sebatik semakin sedikit yang masuk ke pasar Nunukan.
"Sebenarnya awalnya kalau musim durian kita biasanya lebih mengenal Sebatik. Warga Nunukan ramai-ramai menyeberang ke sana. Tetapi saat ini buah musim durian sudah merata sampai di Nunukan,"
Durian Selisun: karakter dan posisi sebagai varietas premium
Durian Selisun disebut memiliki kualitas setara varietas unggul nasional dan internasional. Ciri khasnya antara lain daging berwarna kuning pekat, tekstur legit, dan rasa manis yang berujung pahit di ujung lidah. Menurut Rahman, Selisun termasuk kategori durian premium.
"Kalau di Kalimantan Selatan yang terkenal Durian Mantuala, Malaysia punya Musang King, Sumatra ada Super Tembaga, dan Jawa terkenal dengan Duri Hitam. Nah, sedangkan di Nunukan, kita punya Durian Selisun. Ini semua masuk kategori durian premium,"
Pengembangan varietas dan tantangan pasar
Selain Selisun, beberapa varietas unggulan lain mulai dikembangkan warga daratan Nunukan, antara lain:
- Musang King
- Tembaga
- Montong
Namun Rahman mengingatkan bahwa serapan pasar untuk varietas premium masih terbatas. Faktor utama adalah daya beli masyarakat yang masih kecil dan pasar yang lingkupnya masih didominasi Pulau Nunukan.
"Daya beli masyarakat juga terbatas karena lingkupnya juga hanya pulau Nunukan,"
Implikasi dan prospek
Pengembangan Durian Selisun melalui teknik okulasi di Samarinda membuka peluang pemasyarakatan bibit unggul dan perluasan pasar. Jika produksi dan pemasaran dapat ditingkatkan, potensi nilai tambah lokal bisa naik dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari Pulau Sebatik.
Ke depan, diperlukan upaya peningkatan akses pasar dan pendampingan teknis untuk memastikan varietas premium ini dapat dinikmati konsumen lebih luas dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani Nunukan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...