Kemenkes: 60% Lebih Penduduk RI Masih Rentan Hepatitis B
Kementerian Kesehatan60 persen penduduk Indonesia masih rentan terhadap hepatitis B meski imunisasi nasional sejak 1997 menurunkan penularan pada anak. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Komite Ahli Hepatitis Kemenkes, dr. David H. Muljono, di Jakarta pada Senin, 27 Juli 2026, berdasarkan temuan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.
Inti temuan SKI 2023
SKI 2023 memberikan gambaran campuran: keberhasilan pada anak-anak, tetapi kerentanan besar pada populasi dewasa. Berikut ringkasan indikator utama yang dilaporkan Kemenkes:
| Indikator | Hasil SKI 2023 |
|---|---|
| Prevalensi hepatitis B aktif (HBsAg) pada anak 1–4 tahun | 0,1% |
| Prevalensi hepatitis B aktif pada seluruh kelompok umur (HBsAg) | 2,4% |
| Populasi dengan bukti paparan (anti-HBc positif) | 19,7% |
| Populasi dengan antibodi pelindung (anti-HBs positif) | 24,3% |
| Populasi tanpa ketiga penanda (rentan) | >60% |
Perubahan epidemiologi dan risiko
Menurut dr. David, pola imunitas menunjukkan fenomena bimodal: tingkat anti-HBs tinggi pada anak sebagai efek imunisasi, turun pada remaja dan dewasa muda, lalu meningkat kembali pada usia lebih tua karena imunitas dari infeksi alami.
"Indonesia sedang mengalami perubahan epidemiologi hepatitis B, penularan pada generasi yang memperoleh imunisasi sejak bayi telah menurun secara drastis. Sedangkan beban penyakit pada kelompok usia dewasa masih mencerminkan tingginya penularan yang terjadi pada masa sebelum imunisasi universal diperkenalkan,"
Ia menekankan bahwa penurunan penularan pada anak tidak otomatis melindungi generasi yang belum divaksin atau belum memiliki antibodi. Selama penularan horizontal masih berlangsung, kelompok rentan akan berisiko saat memasuki usia remaja dan dewasa.
Strategi pencegahan dan pengobatan yang disarankan
Kemenkes mendorong perluasan strategi dari sekadar imunisasi bayi menjadi pendekatan sepanjang perjalanan penyakit. Langkah yang dianjurkan meliputi:
- Perluasan skrining berbasis risiko untuk menemukan kasus yang belum terdiagnosis.
- Peningkatan akses pemeriksaan laboratorium dan diagnosis dini.
- Tata laksana sesuai pedoman nasional dan WHO, serta pencegahan penularan dalam keluarga.
- Vaksinasi catch-up bagi individu yang belum memiliki kekebalan.
"Upaya tersebut meliputi perluasan skrining berbasis risiko, peningkatan akses terhadap pemeriksaan laboratorium, diagnosis dini, tata laksana yang sesuai dengan pedoman nasional dan WHO, pencegahan penularan dalam keluarga. Serta pemberian vaksinasi catch-up bagi individu yang belum memiliki kekebalan terhadap hepatitis B,"
David juga menyebut perkembangan pedoman WHO 2024 yang memperluas rekomendasi terapi antivirus sebagai peluang untuk menurunkan kemajuan penyakit kronis menuju sirosis atau kanker hati.
Penutup: Tantangan dan prospek eliminasi
Meski capaian imunisasi pada anak mendekati target WHO, tantangan besar tetap ada pada populasi dewasa yang belum memiliki kekebalan. Dr. David menilai kolaborasi antara pemerintah, akademisi, organisasi profesi, dan media penting untuk meningkatkan kesadaran serta akses layanan.
"Indonesia telah membuktikan bahwa eliminasi hepatitis bukanlah cita-cita yang mustahil. Keberhasilan mencapai target WHO pada anak menunjukkan bahwa kebijakan yang didukung bukti ilmiah dapat mengubah epidemiologi suatu penyakit dalam satu generasi,"
Dengan memperluas skrining, vaksinasi catch-up, dan akses pengobatan, Kemenkes berharap mampu menurunkan beban hepatitis B pada seluruh kelompok umur dan mendekatkan target eliminasi.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Menkes: Kesehatan Kunci untuk Capai Status Negara Maju
Menkes Budi Gunadi: kesehatan rakyat jadi fondasi agar Indonesia bisa mencapai status negara maju dan menghi...
Riset: Integrasi Self-Care Perkuat Ketahanan Sistem Kesehatan
Riset menemukan integrasi self-care dapat memperkuat ketahanan sistem kesehatan, memperluas akses, dan membe...
Sulit Tidur? Tips Praktis Agar Cepat Istirahat Malam
Tips praktis mengatasi sulit tidur: kurangi gadget, hindari makanan berat sebelum istirahat, dan bangun ruti...
Kemenkes Perkuat Layanan agar Pasien Tak Lagi Berobat ke Luar Negeri
Kemenkes menegaskan akan memperkuat layanan kesehatan dalam negeri agar masyarakat tak perlu lagi berobat ke...
Kemenkes Dorong First Aider Teman Sebaya Cegah Gangguan Mental Remaja
Kemenkes meluncurkan program First Aider di sekolah untuk mendorong teman sebaya mendeteksi dan menangani ga...
BRI Life dan BIH Kerja Sama Perkuat Akses Layanan Kesehatan
BRI Life dan Bali International Hospital menandatangani MoU pada 22 Februari 2026 untuk memperluas akses lay...