Petro Gladiator Ubah Limbah Jadi Nutrisi Organik Cair
Petro Gladiator mengubah limbah pertanian menjadi nutrisi organik cair (NOC) untuk memperbaiki kualitas tanah dan meningkatkan produktivitas. Inovasi yang dikembangkan oleh empat talenta PT Petrokimia Gresik Solusi Agroindustri ini terpilih sebagai inovasi terbaik pada SDG Innovation Accelerator for Young Professionals 2026 dan akan dipresentasikan pada UN Leader Summit di New York pada Agustus 2026.
Inovasi dan penghargaan
Produk bernama Petro Gladiator mengedukasi petani agar tidak lagi membakar sisa panen. Sebaliknya, limbah pertanian difermentasi menjadi NOC yang kemudian dikembalikan ke lahan.
Tim pengembang mendapat pengakuan internasional dan rencana presentasi di forum PBB menjadi peluang untuk memperluas adopsi metode ini secara global.
Mengatasi penurunan C-organik tanah
Juru bicara tim, Verona Amelia, menyatakan perubahan pengelolaan limbah penting karena kandungan karbon organik tanah menurun sejak 2016. Ia menyampaikan temuan itu di Jakarta pada Senin, 27 Juli 2026.
"Berdasarkan hasil uji tanah yang kami lakukan sejak 2016 hingga sekarang di berbagai wilayah Indonesia, kandungan C-organik tanah cenderung terus menurun. Karena itu, kami fokus memperbaiki kualitas tanah dengan memanfaatkan limbah pertanian menjadi nutrisi organik cair yang dikembalikan ke lahan,"
Verona mengibaratkan NOC seperti probiotik untuk tanah: peningkatan bahan organik membuat tanah lebih tahan terhadap perubahan iklim dan membantu hasil panen.
Cara kerja dan penerapan
Prosesnya sederhana dan skalabel. Satu kilogram Petro Gladiator dapat mengolah sekitar satu ton limbah pertanian menjadi NOC atau kompos melalui fermentasi.
Saat ini program diterapkan pada lahan percontohan (demplot) di Kabupaten Malang, Jawa Timur, dan direplikasi di 11 kabupaten lain.
Manfaat bagi petani dan produktivitas
Anggota tim lain, Cysilla Fransiska Devi, menjelaskan bahwa perbaikan kualitas tanah berlangsung bertahap dan memerlukan penerapan berkelanjutan.
"Kami berharap kualitas pertanian meningkat agar pendapatan petani juga naik. Sehingga, mereka bisa lebih berkelanjutan menghadapi perubahan cuaca,"
Dengan C-organik yang lebih baik, penyerapan pupuk menjadi lebih efisien sehingga produktivitas tanaman meningkat dan biaya produksi bisa turun.
Dukungan teknologi dan layanan lapangan
Petrokimia Gresik melengkapi inovasi ini dengan aplikasi Agrofertil untuk rekomendasi pemupukan berdasarkan kondisi lahan. Aplikasi membantu petani mendapatkan panduan pemupukan yang lebih tepat sasaran.
Perusahaan juga menyediakan pendamping lapangan dan layanan uji tanah gratis untuk mendukung perubahan pola budidaya ke arah lebih berkelanjutan.
Petro Gladiator diharapkan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas tanah pertanian Indonesia dan mendukung produktivitas pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
SWITCH 2026: Singapura Dorong Perusahaan Siapkan Pekerja Hadapi AI
SWITCH 2026 dibuka di Marina Bay Sands; pemerintah Singapura mengimbau perusahaan menyiapkan pekerja menghad...
ITSEC Asia Gandeng SGCI Bawa Keamanan Siber ke Pantai Gading
ITSEC Asia menggandeng SGCI menyediakan layanan keamanan siber berkelanjutan bagi institusi publik dan infra...
Bali Tech Week 2026 Targetkan 5.000 Peserta untuk Tarik Investasi Digital
Bali Tech Week 2026 digelar 19–23 Okt di Sanur, Bali, menargetkan 5.000 peserta dari 37 negara untuk menarik...
Perusahaan RI Risau Kehilangan Manfaat AI jika Hanya Jalankan Pilot
Perusahaan Indonesia berisiko kehilangan manfaat produktivitas AI jika hanya menjalankan pilot; butuh pelati...
Adopsi AI Melonjak, Ancaman Kebocoran dan Kedaulatan Data
Adopsi AI di Indonesia meningkat pesat, namun risiko kebocoran data dan kedaulatan informasi menguat akibat...
Gerhana Matahari Total 2027: Siang Terbenam 6 Menit di Luxor
Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027 akan menggelapkan siang hingga 6 menit di beberapa wilayah daratan, te...