Tangerang Siagakan Fasilitas Kesehatan Antisipasi Hantavirus
Dinas Kesehatan Kota dan Kabupaten Tangerang meningkatkan kewaspadaan menyusul kewaspadaan nasional terhadap Hantavirus. Pengetatan pemeriksaan diberlakukan bagi warga yang baru tiba dari luar negeri, sementara fasilitas kesehatan disiagakan untuk antisipasi kemungkinan kasus.
Kewaspadaan dan sosialisasi pencegahan
Kepala Dinkes Kota Tangerang, Dini Anggraeni, menyatakan pihaknya telah menyosialisasikan panduan pencegahan Hantavirus. Virus ini ditularkan melalui tikus, termasuk lewat kotoran, urine, dan air liur hewan pengerat.
Sebagai langkah awal, pemerintah kota meminta masyarakat meningkatkan kebersihan lingkungan. Tujuannya untuk mengurangi populasi tikus yang berpotensi menjadi sumber penularan.
Gejala dan risiko
Dini menjelaskan gejala biasanya muncul dalam rentang satu hingga delapan pekan setelah paparan. Gejala awal mirip influenza, namun dapat berkembang menjadi masalah pernapasan atau gagal ginjal.
- Demam
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Mual dan lemas
- Gangguan pernapasan pada kasus berat
Karena gejala awal mirip penyakit pernapasan lain, Dinkes menekankan pentingnya kewaspadaan dan pemeriksaan dini di fasilitas kesehatan.
Kesiapsiagaan fasilitas kesehatan di Kabupaten Tangerang
Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, memastikan hingga kini belum ditemukan kasus atau suspek Hantavirus di wilayahnya. Meski demikian, semua rumah sakit dan puskesmas telah disiapkan untuk merespons bila muncul kasus.
“Makanya kadang-kadang pelaporan khusus Hantavirusitu kadang-kadang rumah sakit juga belum tentu melakukan, karena virus tuh gejalanya mirip semua. Kecuali kalau memang ada untuk tujuan penelitian, baru bisa terdeteksi,” ujarnya, Rabu 13 Mei 2026.
Hendra menambahkan bahwa deteksi khusus sering memerlukan tujuan penelitian, sehingga pelaporan tidak selalu terjadi. Untuk penanganan medis, fasilitas kesehatan menyiapkan perawatan suportif.
- Bantuan oksigen untuk pasien dengan gangguan pernapasan
- Cairan infus untuk pasien yang dehidrasi
Imbauan kepada masyarakat
Dinkes Kabupaten Tangerang mengimbau masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Langkah sederhana seperti membersihkan sampah, menutup tempat penyimpanan makanan, dan menutup akses tikus dinilai krusial.
Jika mengalami gejala demam atau gangguan pernapasan setelah bepergian, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Tindakan cepat membantu deteksi dan penanganan lebih dini.
Pemeriksaan pelaku perjalanan dari luar negeri dan kesiapan layanan medis menjadi fokus sementara. Pemantauan berlanjut untuk memastikan tidak terjadi penularan di wilayah Tangerang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenkes Kumpulkan 700 Inovasi Layanan Primer untuk Cegah Stunting
Kemenkes himpun hampir 700 inovasi layanan primer di Leimena Conference 2026 untuk mendukung kebijakan pence...
Menkes: Kesehatan Kunci untuk Capai Status Negara Maju
Menkes Budi Gunadi: kesehatan rakyat jadi fondasi agar Indonesia bisa mencapai status negara maju dan menghi...
Riset: Integrasi Self-Care Perkuat Ketahanan Sistem Kesehatan
Riset menemukan integrasi self-care dapat memperkuat ketahanan sistem kesehatan, memperluas akses, dan membe...
Sulit Tidur? Tips Praktis Agar Cepat Istirahat Malam
Tips praktis mengatasi sulit tidur: kurangi gadget, hindari makanan berat sebelum istirahat, dan bangun ruti...
Kemenkes Perkuat Layanan agar Pasien Tak Lagi Berobat ke Luar Negeri
Kemenkes menegaskan akan memperkuat layanan kesehatan dalam negeri agar masyarakat tak perlu lagi berobat ke...
Kemenkes Dorong First Aider Teman Sebaya Cegah Gangguan Mental Remaja
Kemenkes meluncurkan program First Aider di sekolah untuk mendorong teman sebaya mendeteksi dan menangani ga...