Menteri PANRB Pastikan Hak ASN Korban Penembakan di Papua Tuntas
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, memastikan seluruh hak kepegawaian ASN korban penembakan di Papua telah diselesaikan pada Sabtu, 12 September 2026.
Penyelesaian hak melalui Taspen dan BKN
Rini mengatakan proses penyelesaian hak pegawai dilakukan melalui koordinasi dengan PT Taspen dan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Proses itu diarahkan agar hak kepegawaian dapat diterima sepenuhnya oleh keluarga mendiang korban.
Ia menyampaikan duka mendalam atas peristiwa penembakan dan mengecam tindakan yang menewaskan pegawai negeri sipil tersebut. Menurut Rini, pemerintah memprioritaskan kepastian administrasi dan pembayaran manfaat sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kita hari ini masih dalam konteks ini ya tentunya saya sebagai Menteri PAN-RB mengucapkan duka yang sangat mendalam. Kami sudah koordinasi dengan TASPEN dan BKN untuk tentunya segala semua hak-hak kepegawaian untuk bisa segera diselesaikan,"
Proses dan penegasan pemerintah
Rini menyatakan, berdasarkan informasi terbaru yang diterimanya pada hari itu, proses penyelesaian hak telah rampung. Pemerintah menindaklanjuti langkah administratif agar tidak ada hambatan bagi keluarga korban dalam menerima haknya.
Koordinasi antar lembaga bertujuan mempercepat klaim manfaat, pensiun, dan hak lain yang terkait status kepegawaian korban. Dengan demikian, keluarga mendapat kepastian administratif dan finansial yang menjadi hak mereka.
Respons pejabat lain
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyambut baik penyelesaian hak bagi keluarga korban. Ia turut berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi di masa depan.
"Semoga tidak terulang lagi Bu,"
Implikasi dan tindak lanjut
Penyelesaian hak kepegawaian ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam memberi dukungan kepada keluarga korban. Langkah administratif sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah menempatkan perlindungan ASN sebagai prioritas.
Ke depan, pemerintah diharapkan terus memastikan mekanisme klaim dan koordinasi antar lembaga berjalan cepat saat terjadi insiden yang melibatkan aparatur negara. Kepastian hak juga penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proteksi pejabat negara.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemkomdigi Perkuat Jaringan di Selat Sunda untuk SAR Jurnalis
Kemkomdigi memperkuat jaringan telekomunikasi di Selat Sunda untuk mempercepat operasi pencarian lima jurnal...
Kementerian PKP Percepat Bedah Rumah 2026 Kejar 400.000 Unit
Kementerian PKP percepat Program Bedah Rumah 2026 untuk mencapai target 400.000 unit dengan penyederhanaan p...
BMKG: Magnitudo Gempa Kepulauan Seribu Dimutakhirkan Jadi 6,5
BMKG memperbarui magnitudo gempa Kepulauan Seribu dari 5,9 menjadi 6,5; gempa dalam (>300 km) dan dinyatakan...
BPOM Dorong Peralihan ke Pencegahan dalam Sistem Kesehatan
Kepala BPOM Taruna Ikrar mendorong pergeseran fokus kesehatan ke promotif dan preventif untuk mengurangi beb...
Aktivitas Anak Krakatau Menurun, Badan Geologi Waspadai Suplai Magma
Anak Krakatau berangsur menurun menjadi erupsi Strombolian, namun Badan Geologi tetap pertahankan Level III...
Menhub Perintahkan Perkuat Keselamatan Transportasi di Jawa Timur
Menhub Dudy Purwagandhi menginstruksikan penguatan keselamatan semua moda transportasi di Jawa Timur lewat I...