Ekonomi

Bapanas Perluas Gerakan Pangan Murah Jelang Iduladha

Bagikan:
Ilustrasi Gerakan Pangan Murah menjelang Iduladha oleh Bapanas

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mempercepat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang perayaan Iduladha 1447 Hijriah untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan pada saat permintaan meningkat. Program ini digelar di berbagai tingkat wilayah sejak Januari hingga Mei 2026.

Perluasan GPM dan tujuan

Kepala Pusat Data dan Informasi Pangan Bapanas, Kelik Budiana, menyebut GPM terus diperluas agar masyarakat dapat membeli bahan pokok dengan harga terjangkau. Fokusnya adalah menekan harga agar tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) dan menjaga daya beli.

“Kami terus mendorong adanya GPM,”

Data pelaksanaan hingga Mei 2026

Menurut data Bapanas, sejak Januari hingga Mei 2026 telah diselenggarakan 4.973 GPM di 36 provinsi dan 374 kabupaten/kota. Khusus pada Mei 2026 tercatat 518 GPM yang dilaksanakan di 21 provinsi dan 143 kabupaten/kota.

Pelaksanaan terbanyak pada Mei tercatat di beberapa provinsi:

  • Sumatra Utara: 99 kali
  • Jawa Barat: 95 kali
  • Sulawesi Selatan: 83 kali

Kegiatan serupa juga dilaporkan berlangsung di daerah lain seperti Aceh, Bengkulu, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, dan Papua Selatan.

Inovasi daerah: GPM keliling

Beberapa pemerintah daerah mengadopsi model operasi yang lebih lincah. Di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, GPM dilakukan secara keliling melalui program on the road untuk mendekatkan pasokan ke permukiman dan pasar rakyat.

“Kami tidak ingin masyarakat terbebani harga kebutuhan pokok yang melambung menjelang Iduladha,”

Bupati Barito Utara, Shalahuddin, menambahkan bahwa GPM keliling membantu menjaga daya beli dan memastikan komoditas yang dijual berkulitas dan lebih murah dibanding harga pasar biasa.

“Kegiatan ini adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga ketahanan pangan,”

Upaya di kota besar: contoh Banda Aceh

Pemerintah Kota Banda Aceh juga menggelar GPM di sejumlah kecamatan. Wakil Wali Kota Afdhal menyatakan kegiatan ini rutin dilaksanakan dan diperluas menjelang Iduladha untuk meredam dampak inflasi.

“Kegiatan pangan murah ini rutin kami lakukan di beberapa kecamatan,”

Pemerintah Kota menyiapkan sekitar 1.200 paket pangan murah yang akan dibagikan kepada warga dan akan diperluas ke kecamatan lain dalam beberapa hari mendatang.

Implikasi dan langkah ke depan

Dengan meningkatnya frekuensi GPM, pemerintah berharap tekanan harga dapat dikendalikan dan inflasi daerah tetap terkendali. Perluasan model keliling dan paket pangan menjadi strategi nyata untuk menjangkau wilayah yang rentan terdampak lonjakan harga menjelang hari besar.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait