KAI Ingatkan Disiplin Pengguna di Perlintasan Sebidang
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengingatkan pentingnya kedisiplinan pengguna jalan untuk mencegah kecelakaan di perlintasan sebidang. Imbauan disampaikan pada Senin, 25 Mei 2026, menyusul potensi kepadatan lalu lintas dan sejumlah insiden akibat pengendara yang tidak memastikan kondisi jalur sebelum melintas. KAI menegaskan keselamatan bergantung pada kepatuhan pengguna serta langkah teknis yang sedang ditempuh perusahaan bersama pemangku kepentingan.
Data perlintasan dan langkah penanganan
KAI mencatat ada 3.674 perlintasan sebidang di seluruh Indonesia, dengan 1.810 titik menjadi fokus utama penanganan. Dari titik fokus itu, 172 titik diarahkan untuk segera ditutup sementara 1.638 titik membutuhkan peningkatan fasilitas keselamatan secara bertahap.
| Keterangan | Jumlah | Keterangan tambahan |
|---|---|---|
| Total perlintasan sebidang | 3.674 | Seluruh Indonesia |
| Fokus penanganan | 1.810 | Titik prioritas |
| Diarahkan untuk ditutup segera | 172 | Risiko tinggi dan keterbatasan jalan |
| Perlu peningkatan fasilitas | 1.638 | Pemasangan alat peringatan dan penjaga |
Progres penutupan dan wilayah
Realisasi penutupan perlintasan mencapai sekitar 55 persen dari target awal. Beberapa daerah operasional telah mencatat progres penutupan 100 persen.
- Daerah dengan progres 100 persen: Divre I Sumatra Utara, Divre III Palembang, Daop 2 Bandung, dan Daop 3 Cirebon.
- Daerah yang masih menyelesaikan penutupan: Daop 6 Yogyakarta, Daop 7 Madiun, dan Daop 8 Surabaya.
Imbauan KAI dan urgensi peningkatan fasilitas
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menekankan bahwa sikap terburu-buru pengendara sering memicu kecelakaan fatal. Ia mengajak masyarakat menahan laju sejenak untuk melihat kondisi rel.
"Beberapa detik untuk berhenti dan melihat kondisi jalur dapat menjaga keselamatan banyak orang. Kami mengajak masyarakat lebih disiplin saat melintas di perlintasan sebidang, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari," ujar Anne.
KAI bersama pemangku kepentingan memperkuat langkah teknis, seperti penempatan penjaga perlintasan dan pemasangan alat peringatan dini. Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan perlunya konsistensi penanganan di lapangan.
"Semakin cepat titik-titik berisiko diinventarisasi, ditata, dan dijaga bersama, semakin besar ruang keselamatan yang dapat dibangun untuk masyarakat," kata Wisnu Pramudya.
Faktor teknis yang perlu dipahami pengguna jalan
KAI mengingatkan bahwa kereta membutuhkan jarak pengereman yang panjang. Pada kecepatan 120 kilometer per jam, idealnya jarak pengereman kereta mencapai antara 800 hingga 1.200 meter. Oleh karena itu, pengawasan perlintasan dan kepatuhan pengguna menjadi kunci mencegah kecelakaan.
Penanganan perlintasan sebidang disorot sebagai hal mendesak seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, sehingga kombinasi penutupan titik berisiko dan peningkatan fasilitas keselamatan harus dipercepat demi melindungi pengguna kereta dan jalan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
IHSG Diperkirakan Melemah, Pasar Cermati Laju Inflasi
IHSG diperkirakan melemah dan menguji level 6.000 di tengah aksi jual asing serta kenaikan inflasi September...
DJP Percepat Pemungutan PPh 22 melalui Empat Lokapasar
DJP mempercepat pemungutan PPh Pasal 22 melalui lokapasar mulai 1 Oktober 2026; empat platform ditunjuk dan...
Dua Wamenkeu Dilantik, Kemenkeu Perkuat Pelaksanaan APBN
Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman dilantik sebagai Wamenkeu pada 1 Okt 2026 untuk memperkuat pelaksana...
Rupiah Turun ke Rp17.966 di Tengah Ketidakpastian AS–Iran
Rupiah melemah 0,40% ke Rp17.966 per dolar pada 1 Okt 2026, terdorong ketidakpastian AS–Iran dan pergeseran...
IHSG Melemah 0,83% ke 6.020 pada Sesi I (1 Okt 2026)
IHSG turun 0,83% ke 6.020,69 pada sesi I (1 Okt 2026), terdorong volatilitas global dan penyesuaian portofol...
Rupiah Kembali Melemah, Analis Waspadai Risiko Tembus Rp18.000
Rupiah melemah ke Rp17.919 per dolar AS pada pembukaan 1 Okt 2026; analis sebut rentan tembus Rp18.000 jika...