Nasional

Pemprov Jabar Siapkan UMKM Penuhi Kebutuhan Gentengisasi

Bagikan:
Pengrajin genteng lokal memeriksa produk sebelum pengiriman ke proyek perumahan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan pengrajin lokal untuk memenuhi kebutuhan gentengisasi dalam program perumahan. Persiapan meliputi pembinaan, standarisasi SNI, dan pengujian keandalan untuk memastikan produk layak dipakai. Rencana pengiriman pertama dilaporkan pada 2 Oktober dan 8 November 2026.

Target produksi dan jadwal pengiriman

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menyatakan Purwakarta siap melepas 500.000 genteng yang akan dikirim dengan 125 truk pada 2 Oktober 2026. Selanjutnya, Majalengka dijadwalkan mengirim 2,4 juta genteng menggunakan sekitar 600 truk pada 8 November 2026.

Kami Jawa Barat dijadikan piloting untuk program gentengisasi. Kami sudah cek, di-cek dan cross check

Insyaallah tanggal 8 November hari Minggu, siap diluncurkan 2,4 juta genteng, 600 truk. Melibatkan secara langsung 45 pengrajin

Standarisasi dan pembinaan pengrajin

Herman menyebutkan upaya peningkatan kualitas berlangsung intensif selama enam bulan. Di Majalengka, saat ini 34 pengrajin sudah bersertifikat SNI, sementara 11 pengrajin lain telah lolos uji keandalan dan ditargetkan memperoleh SNI pada akhir tahun.

Target kami untuk di Majalengka saat ini 34 SNI. Untuk 11 lagi kami targetkan akhir tahun ini sudah mendapatkan SNI

Pengrajin yang belum memenuhi persyaratan tetap mendapat pendampingan teknis. Pembinaan bertujuan memastikan produk tidak hanya tersedia, tetapi juga memenuhi standar keselamatan dan mutu yang dibutuhkan program perumahan.

Konektivitas pasar dan penguatan UMKM

Pemprov Jabar berencana membangun ekosistem yang menghubungkan pasokan pengrajin langsung ke kebutuhan pasar. Langkah ini dimaksudkan untuk memperluas pemanfaatan produk UMKM dalam proyek perumahan dan menciptakan alur supply-demand yang lebih terstruktur.

Rencananya berikutnya kami akan dorong dalam format ekosistem, sehingga supply-demand bisa bertautan secara langsung. Insyaallah putaran berikutnya bisa berjalan secara terstruktur, sistemik, dan masif untuk UMKM kita

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menekankan perlunya kombinasi pemberdayaan dan peningkatan kualitas. Menurutnya, dukungan terhadap UMKM harus disertai pelatihan dan sertifikasi agar produk siap digunakan masyarakat.

Kita mau mendukung UMKM, tapi dengan cara mendidik kualitasnya juga harus bagus. Karena nanti ini kan dipakai oleh rakyat

Jadi mereka bukan hanya dikasih pekerjaan tanpa standar, mereka lolos dulu kan, baru kita kasih kerjaan

Dengan jadwal pengiriman yang sudah ditetapkan dan program pembinaan berjalan, Jawa Barat diposisikan sebagai wilayah percontohan gentengisasi. Ke depan, keberhasilan inisiatif ini akan menjadi tolok ukur untuk memperluas penggunaan produk pengrajin lokal pada program perumahan skala nasional.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait