Sabalenka Segar, Djokovic Yakin di China Open Beijing 2026
Aryna Sabalenka menyatakan bahwa ia merasa segar saat bersiap untuk China Open 2026 di Beijing, Selasa 29 September 2026. Kabar ini datang setelah Sabalenka turun dari posisi pemain nomor satu dunia yang ia pegang selama 99 minggu dan kalah dari Elena Rybakina di final AS Terbuka.
Sabalenka: kondisi dan kesiapan
Petenis asal Belarusia itu belum meraih gelar sejak Maret dan kemungkinan mengakhiri tahun tanpa gelar mayor untuk pertama kali sejak 2022. Meski demikian, Sabalenka menilai kondisi fisik dan mentalnya membaik setelah penampilan di New York.
Kali ini saya merasa, karena saya tidak memainkan banyak pertandingan, saya merasa segar,
Ia menambahkan bahwa momen di AS Terbuka membuatnya kembali menikmati tenis karena merasa sehat secara mental dan fisik. Pernyataan itu menunjukkan optimisme meski hasil beberapa bulan terakhir belum memuaskan.
Undian dan lawan awal
Sabalenka, yang absen dari Beijing tahun lalu karena cedera, masuk sebagai unggulan kedua di belakang Elena Rybakina. Pada putaran pertama, ia akan menghadapi pemenang antara Anna Bondar dari Hungaria dan Renata Zarazua dari Meksiko.
Juara tahun lalu, Amanda Anisimova, menarik diri dari turnamen setelah mengumumkan mengakhiri musim lebih awal karena cedera pergelangan tangan. Keputusan ini mengubah dinamika undian dan membuka peluang lebih besar bagi unggulan lain.
Djokovic: rekor di China dan target
Di bagian undian putra, Novak Djokovic menjadi sorotan. Ia berambisi menambah koleksi gelar China Open, di mana catatan menunjukkan ia belum pernah kalah dalam satu pertandingan pun di turnamen ini.
Rekor saya berbicara sendiri di tanah Tiongkok, mengetahui hal itu juga membawa dimensi kepercayaan diri yang sangat saya butuhkan. Secara keseluruhan sejauh ini sangat bagus dengan kondisi tubuh, perasaan, dan permainan saya,
Djokovic, pemegang rekor 24 gelar Grand Slam, saat ini menempati peringkat 11 dunia. Ia memulai kampanyenya di Beijing menghadapi Nuno Borges dari Portugal di babak pertama.
Implikasi dan prospek turnamen
China Open 2026 menjadi momen penting bagi kedua pemain untuk menutup musim dengan catatan kuat. Sabalenka mencari kembali ritme dan kepercayaan diri setelah kehilangan posisi puncak, sementara Djokovic ingin mempertegas dominasinya di Beijing dan menambah trofi dalam musim ini.
Turnamen ini juga memberi peluang bagi pemain lain yang diuntungkan oleh absennya beberapa nama penting. Hasil awal kedua unggulan akan menentukan arah persaingan di babak-babak berikutnya dan menjadi indikator kesiapan mereka menuju akhir musim.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Amri/Nita Raih Medali Perak Asian Games 2026, Lampaui Target
Amri Syahnawi dan Nita Violina meraih medali perak ganda campuran setelah kalah 19-21, 8-21 dari China di fi...
Leo/Daniel Sabet Emas Asian Games 2026, Kalahkan Liang/Wang
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin raih emas ketiga Indonesia di Asian Games 2026 setelah menang 19-21, 21-13...
Desak Made Rita Jaga Performa Hadapi Asian Games 2026
Desak Made Rita menjaga performa dan menyesuaikan pemanasan karena suhu dingin Aichi-Nagoya untuk tampil mak...
KORMI Tetapkan Sulawesi Tengah Tuan Rumah Fornas 2027
KORMI telah menetapkan Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah Fornas 2027 dalam Rakernas di Jakarta, 26 Septembe...
Nova Widianto Evaluasi Amri/Nita di Final Asian Games 2026
Nova Widianto menilai Amri/Nita kalah di final Asian Games 2026 karena kurang konsisten menerapkan pola perm...
Amri/Nita Akui Momentum Hilang, Gagal Raih Emas Asian Games
Amri Syahnawi/Nita Violina kalah 19-21, 8-21 dari pasangan China di final ganda campuran Asian Games 2026 da...