Generasi Muda Kian Aktif Lestarikan Budaya Betawi
Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB)
Peran generasi muda
Menurut Imbong, keterlibatan anak muda menjadi modal penting menjaga identitas budaya ibu kota yang terus berkembang. Ia mencatat munculnya banyak pemain gambang kromong muda dan peningkatan minat pada seni pencak silat serta kesenian Betawi lain.
"Kami dengan bangga mengatakan bahwa generasi muda itu sudah juga berperan dalam pengembangan dan pelestarian budaya kami, budaya Betawi,"
Dukungan pemerintah dan kolaborasi
Imbong menyebut pelestarian budaya Betawi adalah hasil kerja bersama. Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terutama Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan, membantu pengembangan kebudayaan Betawi di ibukota.
"Pastinya ini sudah sejauh ini dan hasil kerja bareng dari DKI, terutama Dinas Pariwisata dan juga Dinas Kebudayaan. Untuk membantu kami dalam mengisi dan melestarikan dan mengembangkan budaya Betawi di Jakarta,"
Tantangan: membangun ekosistem
Imbong menilai tantangan utama bukan lagi masalah anggaran. Ia menjelaskan anggaran bisa fluctuate, sementara yang paling diperlukan adalah pembentukan ekosistem kebudayaan yang kuat dan berkelanjutan.
"Kendala lebih ke masalah ekosistem yang belum terbentuk. Kalau anggaran itu fluctuate tapi kami lihat ekosistem kebudayaan ini masih dalam on-progress dan sedang berjalan,"
Ia berharap ekosistem ini terus tumbuh sehingga dampak pelestarian budaya sampai ke tingkat masyarakat akar rumput.
Integrasi dengan ekonomi kreatif
Imbong menjelaskan kerja sama antara pelaku budaya Betawi dan sektor ekonomi kreatif terus berkembang. Kolaborasi itu mencakup bidang fesyen, kuliner, film, hingga konten digital yang memperluas jangkauan budaya Betawi.
"On-progress lah. Bagus lah selama ini sudah mengisi dan saling menguatkan,"
Geliat pariwisata menjelang HUT Jakarta
Di waktu sama, Ponco Atmoko, Ketua Sub Kelompok Pemasaran Pariwisata Dalam Negeri Disparekraf DKI Jakarta, mengatakan aktivitas pariwisata Jakarta makin terasa menjelang HUT ke-499. Ia mencatat peningkatan atraksi dan kegiatan di ruang publik sebagai bagian dari upaya promosi.
"Yang paling terasa adalah semakin banyaknya aktivitas ataupun atraksi dan event yang kita hadirkan di ruang publik,"
Ponco menilai berbagai kegiatan publik sepanjang tahun berhasil menarik perhatian masyarakat dan memperkuat citra Jakarta sebagai destinasi wisata perkotaan.
Dengan dukungan pemerintah, pelaku budaya, dan generasi muda, LKB berharap pelestarian budaya Betawi semakin melebar dan berdampak nyata bagi masyarakat Jakarta dalam beberapa tahun ke depan.
Berita Terkait
Dasco Apresiasi BCSA BI-PBOC Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal
Dasco menyambut BCSA BI-PBOC yang memungkinkan transaksi rupiah dan renminbi serta perluasan QRIS antara Ind...
KLH Ajak Tokoh Agama Perkuat Pertobatan Ekologis
KLH berkolaborasi dengan tokoh agama dan IRI untuk mendorong pertobatan ekologis dan aksi nyata melawan kris...
Karl Landsteiner: Penemu Sistem Golongan Darah yang Menyelamatkan Nyawa
Karl Landsteiner menemukan sistem golongan darah (A, B, AB, O) yang membuat transfusi aman dan diperingati t...
Boni Hargens: Penguatan Kompolnas Sudah Terakomodasi di UU Polri
Boni Hargens menilai penguatan Kompolnas sudah diakomodasi dalam revisi UU Polri, sehingga undang-undang ter...
DPR Serap Aspirasi untuk Revisi UU Kehutanan di Jawa Timur
Panja RUU Kehutanan DPR RI menyerap masukan di Sidoarjo untuk revisi UU Kehutanan, fokus pada tanah adat, pe...
BAZNAS Perluas Akses Pendidikan Lewat Sekolah Cendekia
BAZNAS memperluas akses pendidikan bagi keluarga prasejahtera lewat Sekolah Cendekia, memberi beasiswa dan p...