Nasional

Gen Z Ubah Cara Konsumsi Berita, Qodari: Pemerintah Harus Adaptasi

Bagikan:
Muhammad Qodari menyatakan pemerintah perlu adaptasi komunikasi untuk menjangkau Gen Z di media sosial

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, meminta pemerintah menyesuaikan strategi komunikasi untuk menjangkau Gen Z yang kini lebih banyak mengakses berita lewat platform media sosial.

Perubahan pola konsumsi berita Gen Z

Qodari menjelaskan generasi muda tidak lagi hanya mengandalkan televisi atau koran. Mereka kerap memperoleh informasi melalui aplikasi di ponsel pintar.

Menurutnya, penyebaran berita kini juga dikemas oleh pengguna kreatif di platform seperti TikTok dan Instagram, bukan hanya dari pembawa berita tradisional.

Kalau kita bicara aplikasi TikTok, bicara Instagram, yang menyampaikan berita bukan hanya dari news anchor tapi konten kreator.

— Muhammad Qodari

Implikasi bagi komunikasi pemerintah

Perubahan kebiasaan itu membuat pemerintah perlu memperluas saluran komunikasi. Qodari menilai mengandalkan media konvensional saja tidak cukup untuk menjangkau kelompok usia muda.

Oleh karena itu, ia menyatakan media sosial harus menjadi bagian dari jalur komunikasi resmi pemerintah dan dimasukkan ke dalam strategi komunikasi.

Menghadapi disinformasi di ruang digital

Qodari menekankan pentingnya kehadiran pemerintah di media sosial sebagai langkah antisipatif terhadap penyebaran disinformasi. Informasi resmi yang rutin dipublikasikan dapat menjadi rujukan yang dapat dipercaya oleh publik.

Kalau kita cuma berkomunikasi di media pers, sementara di media sosial muncul disinformasi, ya tentu tidak terjawab. Yang satu lewat jalan A, yang satu jalan B, nggak ketemu, itu sebabnya informasi disampaikan juga di sosmed.

— Muhammad Qodari

Penyesuaian platform dan gaya penyampaian

Qodari juga mencatat bahwa media massa tradisional telah mulai menyesuaikan diri dengan menyebarkan konten melalui berbagai platform digital. Namun, beberapa akun berpengaruh di media sosial beroperasi terpisah dari perusahaan media besar.

Karena itu, pemerintah perlu memahami karakteristik tiap platform dan menyesuaikan format serta pesan agar kebijakan lebih mudah diterima Gen Z.

Materi wawancara

Detail pernyataan Qodari disampaikan dalam sebuah wawancara yang juga diunggah sebagai video. Anda dapat menonton rekaman wawancara tersebut melalui video wawancara.

Kesimpulan: Adaptasi gaya dan saluran komunikasi menjadi kunci agar pesan kebijakan negara mencapai generasi muda. Langkah ini juga penting untuk memperkuat sumber informasi resmi di tengah maraknya disinformasi di media sosial.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait