Nasional

BMKG: Gempa Pangandaran Magnitudo 5,2 Tak Berpotensi Tsunami

Bagikan:
Peta lokasi episenter gempa Pangandaran Jawa Barat dan pernyataan BMKG

BMKG menyatakan gempa bumi di wilayah Pangandaran, Jawa Barat, Rabu malam 5 Agustus 2026 tidak berpotensi tsunami. Gempa tektonik tersebut tercatat berkekuatan magnitudo 5,2 dan terjadi pukul 21:55:41 WIB.

Hasil analisis dan parameter gempa

Analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menunjukkan gempa memiliki hiposenter pada kedalaman 14 km. Episenter tercatat di koordinat 8.17° LS, 107.86° BT, berada di laut sekitar 87 km baratdaya Pangandaran.

BMKG menilai gempa ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas di sesar aktif. Mekanisme sumber menunjukkan pergerakan geser naik (oblique-thrust fault).

Potensi tsunami

Hasil pemodelan tsunami yang dilakukan BMKG memperlihatkan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Pernyataan resmi disampaikan oleh Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr Wijayanto.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,"

Dampak dan laporan masyarakat

Berdasarkan laporan masyarakat, gempa terasa di sejumlah wilayah Jawa Barat dengan tingkat intensitas berbeda. Beberapa daerah melaporkan getaran kuat hingga terasa seperti ada kendaraan besar yang melintas.

  • Getaran dirasakan nyata dalam rumah: Kabupaten Bandung (Kecamatan Kertasari, Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Arjasari, Kecamatan Nagrak) dan Solokanjeruk.
  • Getaran dirasakan nyata dalam rumah: Soreang, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Pangalengan, dan Ciwidey.
  • Getaran dirasakan ringan: Sumedang, Parongpong, Cihanjuang, Ngamprah, Lembang, dan Pelabuhan Ratu; benda ringan yang digantung bergoyang.

Gempa susulan dan imbauan

Hingga pukul 22:30 WIB, BMKG mencatat satu gempa susulan dengan magnitudo M2.2. BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan dan akan memberikan pembaruan informasi kepada publik.

"Hingga pukul 22:30 WIB, BMKG mencatat adanya 1 (satu) gempa susulan (\"aftershock\"), dengan magnitudo M2.2,"

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta menjauhi bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

Sumber informasi resmi

BMKG meminta publik memastikan informasi hanya berasal dari kanal resmi lembaga. Informasi dapat diakses melalui akun media sosial @infoBMKG, situs www.bmkg.go.id, halaman peringatan inatews BMKG, serta aplikasi Mobile Apps infobmkg atau wrs-bmkg.

BMKG akan terus memantau perkembangan dan mengeluarkan pembaruan jika diperlukan. Masyarakat di pesisir tetap diminta waspada namun tidak panik karena hasil pemodelan awal menunjukkan tidak ada ancaman tsunami.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait