Gempa NTT: 38 Orang Meninggal, Rincian Per Kabupaten
BNPB menyatakan sebanyak 38 orang meninggal akibat gempa Magnitudo 7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Korban tersebar di beberapa kabupaten di Pulau Flores. Selain korban jiwa, dilaporkan 2 orang luka berat, 11 luka ringan, dan sekitar 2.000 warga mengungsi.
Rincian korban per kabupaten
Data identifikasi korban disampaikan langsung oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto. Berikut rincian korban meninggal menurut wilayah:
- Kabupaten Sikka: 3 orang meninggal dunia, yakni Meliana Nenong, Bernardus Muda, dan Sofia. Terdapat juga 2 orang luka ringan.
- Kabupaten Manggarai: 16 orang meninggal dunia. Enam korban telah teridentifikasi dengan nama Stefanus, Fabian, Neno, Resni, Manus, dan Yul. Sepuluh korban lainnya masih belum teridentifikasi.
- Kabupaten Ende: 1 orang meninggal dunia, atas nama Martina Wona.
- Kabupaten Manggarai Barat: 1 orang meninggal dunia, belum teridentifikasi.
- Kabupaten Manggarai Timur: 17 orang meninggal dunia, belum teridentifikasi.
Keterangan resmi dan proses pendataan
Dalam keterangan pers yang diterima pada Sabtu sore, Kepala BNPB menegaskan bahwa angka korban bersifat sementara. Petugas lapangan masih melakukan pendataan dan identifikasi. Penghitungan korban dapat berubah seiring proses verifikasi di lokasi.
"Korban jiwa per 15.00 WIB, ya. Per 15.00 WIB, 38 jiwa meninggal dunia. Dua jiwa luka berat, 11 jiwa luka ringan, 2.000 mengungsi,"
Kerusakan fasilitas dan infrastruktur
Gempa juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas publik dan infrastruktur. BNPB melaporkan banyak rumah warga yang rusak. Selain itu, fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit mengalami dampak.
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas transportasi. Tercatat terminal dan dua pelabuhan terdampak. Lima bandara di tingkat kabupaten/kota juga mengalami gangguan. Petugas masih memetakan tingkat kerusakan untuk prioritas penanganan.
Tindakan tanggap darurat
Evakuasi dan bantuan darurat telah dilakukan untuk warga yang mengungsi. Tim SAR dan petugas kesehatan dikerahkan untuk penanganan awal korban luka. Proses identifikasi korban terus berjalan agar keluarga memperoleh kepastian.
Pencatatan korban dan pendataan kerusakan akan terus diperbarui oleh pihak berwenang seiring proses di lapangan. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi untuk langkah keselamatan berikutnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...