Nasional

BMKG: Gempa M4.8 di Laut Bengkulu Utara Tidak Berpotensi Tsunami

Bagikan:
Peta lokasi episenter gempa di laut Bengkulu Utara dekat Enggano

BMKG melaporkan gempa tektonik bermagnitudo M4.8 mengguncang Laut Bengkulu Utara pada Selasa, 11 Agustus 2026 pukul 00.08 WIB. Episenter tercatat 64 km tenggara Pulau Enggano pada kedalaman 31 km. BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Detail gempa dan lokasi

Analisis menunjukkan koordinat episenter pada 5,92° LS dan 102,36° BT. Kedalaman hiposenter 31 km menandakan gempa bersifat dangkal akibat aktivitas subduksi. Mekanisme sumber teridentifikasi sebagai pergerakan geser naik (oblique thrust).

Dampak dan intensitas guncangan

Berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap), sejumlah wilayah merasakan efek gempa. Meski magnitudo tergolong sedang, dampaknya terasa pada rumah dan beberapa benda di dalam rumah.

  1. III MMI — Getaran dirasakan nyata dalam rumah; seakan ada truk berlalu (Enggano).
  2. II–III MMI — Getaran dirasakan nyata dalam rumah; terasa seperti ada lalu lintas berat (Kaur Selatan).
  3. II MMI — Getaran dirasakan oleh beberapa orang; benda ringan bergoyang (Maje).

Potensi tsunami dan pemantauan

Hasil pemodelan tsunami dan monitoring awal BMKG menunjukkan tidak ada ancaman gelombang laut akibat gempa ini. Dalam keterangannya, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG menegaskan:

"Gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI."

BMKG juga menyampaikan hingga pukul 00:25 WIB belum terdeteksi gempa susulan (aftershock). Lembaga akan terus memantau dan menginformasikan pembaruan kepada pemangku kepentingan dan masyarakat.

Imbauan untuk masyarakat

BMKG mengimbau warga tetap tenang dan menghindari bangunan yang retak atau rusak. Warga diminta berhati-hati terhadap informasi tidak terverifikasi dan mengutamakan kanal resmi.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi, seperti media sosial @infoBMKG, website www.bmkg.go.id, INATEWS, atau aplikasi mobile resmi."

Konteks dan tindak lanjut

Gempa di wilayah barat Sumatera kerap terkait aktivitas lempeng subduksi di Samudra Hindia. Meski kali ini tidak berpotensi tsunami, pemantauan terus dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan gempa susulan. Masyarakat dianjurkan tetap mengikuti informasi resmi dan petunjuk keselamatan dari otoritas setempat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait