Gempa M7,7 di Laut Sulawesi, Warga Berhamburan Evakuasi Pagi Ini
Gempa magnitudo 7,7 mengguncang Laut Sulawesi pada Senin pagi, 8 Juni 2026 sehingga membuat warga keluar dari rumah dan berkumpul di area terbuka. Gempa tercatat terjadi pukul 06.37.42 WIB dan memicu peringatan dini tsunami di beberapa wilayah pesisir.
Kronologi dan dampak awal
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa di Laut Sulawesi dengan magnitudo 7,7. Getaran berlangsung relatif lama dan membuat banyak penduduk langsung mengungsi ke luar bangunan. Sejauh ini laporan awal menyorot kepanikan warga dan pengungsian massal di lokasi terbuka.
Reaksi warga dan bukti di media sosial
Berbagai rekaman dari warga ramai dibagikan di media sosial beberapa menit setelah kejadian. Video memperlihatkan orang keluar rumah dalam kondisi belum berpakaian rapi, membawa barang seadanya, dan berkumpul bersama tetangga di area aman.
"Baru belum bangun, belum sadar ternyata gempa. Nge-shake di kasur dan semua orang keluar rumah,"
— ungkap akun TikTok @PSNovi. Akun lain, @Ifaaaaa, juga menggambarkan durasi gempa yang cukup lama.
"Ya Allah, lama sekali, sudah lebih dari semenit dan masih terasa. Kok jadi sering gempa ya, akhir-akhir ini ya?"
Informasi resmi dan imbauan keselamatan
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mengacu pada informasi resmi yang diverifikasi. Penyebaran kabar yang belum jelas kebenarannya diingatkan dapat memicu kepanikan tambahan.
BMKG juga meminta warga di zona pesisir mengikuti arahan evakuasi apabila peringatan tsunami tetap diberlakukan. Langkah praktis yang direkomendasikan termasuk menjauh dari bibir pantai dan berkumpul di titik evakuasi aman.
Konteks dan langkah ke depan
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan gempa dan tsunami di daerah rawan. Pemerintah daerah dan instansi terkait diperkirakan akan memantau situasi, menilai dampak, dan memperbarui informasi publik.
Warga disarankan meninjau rencana evakuasi keluarga dan menunggu informasi resmi sebelum kembali ke bangunan. Pemantauan akan terus berlangsung untuk menilai kerusakan dan potensi gempa susulan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Pangan Bukan Instrumen Tekanan Geopolitik
Mendag Budi Santoso menegaskan pangan tak boleh jadi alat tekanan geopolitik dan mendorong solusi WTO untuk...
MenPPPA Pastikan Pendampingan Terbuka bagi Korban Perundungan
MenPPPA Arifah Fauzi memastikan layanan pendampingan tetap tersedia bagi anak korban perundungan; Kemenkes b...
Kemenperin Buka Ruang Gen Z untuk Kembangkan Industri Batik
Kemenperin ajak Gen Z berperan dalam pengembangan industri batik melalui desain, teknologi, dan pemasaran di...
Tokoh Konghucu Budi Tanuwibowo Masuk Wantimpres
Budi Tanuwibowo dilantik jadi anggota Wantimpres; ia terharu karena komunitas Konghucu yang minoritas mendap...
MenPPPA Pastikan Penanganan Perundungan Anak di Tangsel
MenPPPA Arifah Fauzi pastikan penanganan dugaan perundungan anak di Tangerang Selatan prioritaskan keamanan,...
Komdigi Minta Operator Ubah Paket Non-Rollover
Komdigi minta operator segera ubah paket non-rollover agar sisa kuota dilindungi secara ekonomi, bukan hanya...