Bedakan Gaslighting dan Playing Victim: Dua Bentuk Manipulasi Emosional
Gaslighting dan playing victim adalah dua bentuk manipulasi emosional yang sering terjadi dalam hubungan interpersonal. Gaslighting dibuat pelaku untuk membuat korban meragukan realitas dan kewarasannya, sedangkan playing victim adalah pola di mana seseorang terus menempatkan diri sebagai korban untuk menghindari tanggung jawab atau mendapat simpati.
Apa itu gaslighting?
Gaslighting adalah manipulasi psikologis yang bertujuan mengacaukan persepsi korban. Istilah ini populer setelah muncul dalam film klasik Gaslight, di mana seorang suami membuat istrinya mempertanyakan ingatan dan pengamatannya sendiri. Pelaku menggunakan kebohongan berulang, pembelokan fakta, dan menyangkal kejadian untuk menciptakan kebingungan.
Dampak gaslighting pada kesehatan mental
Dampak gaslighting bisa serius dan berkepanjangan. Korban sering kehilangan kepercayaan diri, merasa bingung, dan ragu terhadap penilaian diri sendiri. Tekanan emosional jangka panjang meningkatkan risiko gangguan kecemasan atau depresi.
- Hilangnya kepercayaan diri
- Kebingungan kronis terhadap realitas
- Peningkatan kecemasan dan depresi
Apa itu playing victim?
Playing victim menggambarkan pola perilaku di mana seseorang selalu melihat dirinya sebagai korban dalam berbagai situasi. Pola ini muncul saat individu berusaha membentengi diri dari kemungkinan kesalahan pribadi atau mencari simpati dari orang lain. Pada kenyataannya, bukti sering menunjukkan kondisi yang berbeda dari narasi korban.
Penyebab dan kelompok yang berisiko
Mentalitas korban dapat berkembang sebagai mekanisme untuk menghadapi pengalaman traumatis atau rasa sakit emosional yang berkepanjangan. Kondisi ini sering muncul pada orang yang mengalami pengkhianatan, situasi hidup yang di luar kendali, atau pada mereka dengan gangguan penggunaan zat yang dipengaruhi lingkungan sekitar.
- Trauma masa lalu sebagai pemicu
- Lingkungan sosial yang memicu perilaku mencari simpati
- Penyalahgunaan alkohol atau narkoba meningkatkan risiko
Kenali perbedaan dan lindungi kesehatan mental
Pembedaan antara gaslighting dan playing victim penting agar masyarakat dapat mengenali pola manipulasi. Gaslighting berfokus pada pengacauan realitas korban, sementara playing victim berkaitan dengan pengambilan peran korban untuk tujuan psikologis atau sosial.
Dengan memahami kedua pola ini, individu diharapkan lebih mampu menjaga kesehatan mental dan membangun hubungan yang sehat. Jika mengalami gejala seperti kebingungan berkepanjangan atau rasa tidak berdaya yang intens, pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BPOM Perketat Pengawasan Trivam Fliege Palsu di Marketplace
BPOM intensifkan pengawasan setelah menemukan Trivam Fliege palsu berlabel propofol di marketplace; patroli...
ISPA Serang 154 Warga, Bumil dan Balita Terdampak Kebakaran TPA
Kebakaran TPA Jatiwaringin memicu 154 kasus ISPA, mayoritas ibu hamil dan balita; satu pasien dirujuk, pemad...
BPOM Temukan Codrela dan Trivam Fliege Palsu Tanpa Izin Edar
BPOM menemukan Codrela dan Trivam Fliege palsu tanpa izin edar; Codrela mengandung dextrometorfan dan CTM, 1...
154 Warga Terjangkit ISPA oleh Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin
Dinkes Kabupaten Tangerang mencatat 154 warga alami ISPA akibat asap kebakaran TPA Jatiwaringin; kebanyakan...
Pemerintah Pastikan Pasien Kronis Terlindungi lewat JKN
Pemerintah tegaskan pasien penyakit kronis tetap terlindungi lewat JKN; alokasi anggaran disiapkan untuk mem...
Kemendukbangga Luncurkan Kelas Ayah Idaman Dukung KB Pascapersalinan
Kemendukbangga meluncurkan Kick Off Kelas Ayah Idaman pada 1 Juli 2026 untuk mendorong peran ayah dalam mend...