Pemerintah Andalkan Gas Bumi sebagai Energi Transisi
Pemerintah menempatkan gas bumi sebagai jembatan utama transisi energi di Indonesia untuk mempercepat pengurangan emisi karbon. Pernyataan ini disampaikan dalam diskusi publik yang melibatkan Chairman Indonesia Gas Society, Aris Mulya Azof, pada 28 Mei 2026. Langkah ini didorong karena gas dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan batu bara dan minyak bumi. Pemerintah dan pelaku usaha diminta bersinergi memperbaiki infrastruktur dan regulasi agar pemanfaatan gas lebih optimal.
Kendala distribusi dan infrastruktur
Aris menyoroti bahwa keterbatasan jaringan distribusi masih menjadi hambatan utama. Kondisi infrastruktur pipa belum mampu menjangkau seluruh daerah di negara kepulauan ini. Akibatnya terjadi ketimpangan pasokan dan harga energi antarwilayah.
Dalam praktiknya, masalah distribusi ini membuat potensi transisi ke gas tidak dapat dimanfaatkan secara merata. Oleh karena itu, perlu perencanaan yang memprioritaskan konektivitas antarpulau dan antardaerah.
Peran gas dalam mempercepat energi bersih
Menurut Aris, gas bumi menjadi komoditas paling siap menggantikan bahan bakar fosil beremisi tinggi. Pemerintah terus mendorong pemanfaatan gas untuk mendukung target emisi nasional dan menjaga stabilitas ekonomi.
"Keterbatasan saluran pasokan inilah yang menghambat pemanfaatan gas secara optimal di berbagai daerah," kata Aris Mulya Azof saat menjadi narasumber dalam program Gastalk, 28 Mei 2026.
Selain itu, gas dianggap dapat menjadi solusi transisi yang realistis karena infrastruktur produksi dan teknologi penggunaan gas telah lebih matang daripada alternatif lain.
Langkah yang diperlukan
Aris mendorong penyesuaian regulasi investasi hijau agar mendukung perluasan pemanfaatan gas. Sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dinilai krusial untuk mengatasi hambatan distribusi.
Pengembangan teknologi penyimpanan gas juga penting untuk menjaga kestabilan pasokan ketika permintaan industri meningkat. Langkah ini diperlukan agar pasokan tidak terganggu saat terjadi lonjakan kebutuhan energi.
Prospek dan peta jalan
Pemerintah optimistis, dengan peta jalan yang jelas, Indonesia dapat memasuki era energi berkelanjutan. Pemanfaatan gas diharapkan menjadi solusi jangka menengah menuju masa depan energi yang lebih hijau tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.
Video diskusi terkait dapat disaksikan melalui tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=DlhXGwDnCvg.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pensiunan Jual Kopi dari Kebun Kulon Progo di Belakang Pasar Ngasem
Pensiunan L. Ernawan jalankan kedai kopi "Belum Ada Nama" di belakang Pasar Ngasem, sumber biji dari kebun K...
Satu Dekade Produksi Arang di Moyudan, Joko Andalkan Kualitas
Produsen arang di Moyudan sejak 2015, Joko Mulyanto andalkan kayu keras dan teknik pendinginan abu untuk men...
MotoGP 2026 Jadi Etalase Produk UMKM Mataram
Pemerintah Kota Mataram mempersiapkan UMKM tampil di MotoGP Mandalika 2026 lewat kurasi, pembinaan, dan peni...
Tips Memilih Benang dan Hakpen untuk Pemula Merajut
Putri Hidayah membagikan tips memilih benang dan hakpen untuk pemula agar menghasilkan rajutan rapi dan taha...
Wali Kota Illiza Dukung UMKM Parfum Banda Aceh
Wali Kota Illiza kunjungi KIMI Parfum, dorong program "Banda Aceh sebagai Kota Parfum" dan kerja sama dengan...
Mengapa Produk Handmade Tetap Diburu di Era Produksi Massal
Produk handmade tetap laris karena keunikan, personalisasi, dan kualitas bahan, kata Putri Hidayah saat Obro...