Rupiah Tembus Rp17.846 per Dolar saat Libur Panjang
Rupiah semakin melemah pada libur panjang Kamis, 28 Mei 2026, menembus level Rp17.846 per dolar AS pada pukul 14.00 WIB. Pelemahan tercatat 0,25 persen atau sebesar 45 poin, seiring penguatan dolar AS dan sentimen eksternal yang dominan meski pasar domestik libur.
Pelemahan dan data pasar
Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah berada pada level Rp17.846 per dolar AS dan indeks dolar AS menguat ke 99,50. Perdagangan internasional tetap berlangsung sehingga nilai tukar masih bergerak meski pasar di Indonesia tutup untuk hari libur.
Pemicu eksternal: konflik dan lonjakan minyak
Analis pasar menyebut konflik dan gejolak geopolitik sebagai pemicu utama. Serangan AS di Selatan Iran serta eskalasi serangan antara Rusia dan Ukraina meningkatkan kekhawatiran pasokan energi.
Harga minyak dunia naik sekitar 3 persen hari ini. Harga Brent mencapai US97 per barel, sedangkan WTI mencapai US91 per barel. Kenaikan ini menambah tekanan pada nilai tukar negara emerging market, termasuk rupiah.
Intervensi Bank Indonesia dan pendapat analis
Mengenai langkah otoritas, analis Ibrahim Assuaibi menyatakan bahwa intervensi Bank Indonesia terbatas karena tekanan datang dari luar negeri. Menurutnya, BI sudah berupaya sekuat mungkin namun faktor eksternal lebih kuat mempengaruhi sentimen pasar.
Saat ini, Bank Indonesia hanya bisa melakukan intervensi di pasar internasional dan sudah melakukan intervensi sekuat mungkin. Tapi faktor eksternal lebih kuat mempengaruhi sentimen pasar, kata Ibrahim Assuaibi.
Dampak sentimen, aliran modal, dan isu domestik
Ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tinggi hingga akhir tahun mendorong penguatan dolar AS. Kondisi ini memperlemah rupiah lebih lanjut.
Isu domestik juga memperburuk sentimen. Ibrahim menyinggung masalah manajemen pada Koperasi Desa Merah Putih yang berpotensi merugikan negara triliunan rupiah dan mengikis kepercayaan investor asing.
Khususnya persoalan manajemen Koperasi Desa Merah Putih yang berpotensi merugikan negara triliunan rupiah. Hal ini membuat kepercayaan investor terkikis, ujar Ibrahim Assuaibi.
Aliran modal dan prospek
Sebelum libur Iduladha dan cuti bersama, tercatat aliran keluar modal asing dari pasar saham sebesar Rp1,35 triliun pada Selasa, 26 Mei 2026. Tekanan eksternal dan isu domestik berpotensi memperpanjang pelemahan jika kondisi global dan sentimen investor tidak membaik.
Ke depan, pergerakan rupiah akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik, harga minyak, serta keputusan suku bunga bank sentral AS. Pasar akan tetap memantau langkah Bank Indonesia dan perkembangan isu domestik yang berdampak pada kepercayaan investor.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
IHSG Diperkirakan Melemah, Pasar Cermati Laju Inflasi
IHSG diperkirakan melemah dan menguji level 6.000 di tengah aksi jual asing serta kenaikan inflasi September...
DJP Percepat Pemungutan PPh 22 melalui Empat Lokapasar
DJP mempercepat pemungutan PPh Pasal 22 melalui lokapasar mulai 1 Oktober 2026; empat platform ditunjuk dan...
Dua Wamenkeu Dilantik, Kemenkeu Perkuat Pelaksanaan APBN
Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman dilantik sebagai Wamenkeu pada 1 Okt 2026 untuk memperkuat pelaksana...
Rupiah Turun ke Rp17.966 di Tengah Ketidakpastian AS–Iran
Rupiah melemah 0,40% ke Rp17.966 per dolar pada 1 Okt 2026, terdorong ketidakpastian AS–Iran dan pergeseran...
IHSG Melemah 0,83% ke 6.020 pada Sesi I (1 Okt 2026)
IHSG turun 0,83% ke 6.020,69 pada sesi I (1 Okt 2026), terdorong volatilitas global dan penyesuaian portofol...
Rupiah Kembali Melemah, Analis Waspadai Risiko Tembus Rp18.000
Rupiah melemah ke Rp17.919 per dolar AS pada pembukaan 1 Okt 2026; analis sebut rentan tembus Rp18.000 jika...