Politik

Festival Mural Lamongan 28 Juni: Puluhan Seniman Warnai DPC PDI Perjuangan

Bagikan:
Mural di dinding kantor DPC PDI Perjuangan Lamongan selama festival

LAMONGAN — Puluhan muralis akan melukis dinding kantor sekretariat DPC PDI Perjuangan Lamongan pada Minggu, 28 Juni 2026. Kegiatan ini digelar untuk memperingati Bulan Bung Karno dan menawarkan hadiah jutaan rupiah bagi pemenang.

Rincian peserta dan jadwal

Panitia membuka pendaftaran sejak 16 Juni dan menutupnya pada 25 Juni. Hingga penutupan tercatat 18 tim terverifikasi dari kawasan Gerbangkertasusila plus yang siap berkompetisi.

  • Gresik
  • Bangakalan
  • Mojokerto
  • Surabaya
  • Sidoarjo
  • Lamongan
  • Jombang
  • Bojonegoro
  • Tuban

Menurut Supriyo, Wakil Ketua Bidang Perekonomian, Kebudayaan, & Pendidikan DPC PDI Perjuangan Lamongan, setengah dari peserta adalah talenta lokal asli Lamongan. Untuk peserta dari luar kota, panitia menyediakan akomodasi dan konsumsi bagi yang lolos verifikasi.

"Lima puluh persen di antaranya merupakan talenta lokal asli Lamongan. Bagi para seniman dari luar kota, panitia menyediakan fasilitas akomodasi berupa penginapan dan konsumsi gratis, yang lolos verifikasi."

Format lomba dan lokasi karya

Setiap tim beranggotakan 2–3 orang diberi waktu 6–8 jam untuk menyelesaikan karya. Seluruh peserta akan memanfaatkan total ruang dinding 120 hingga 150 meter yang tersebar di delapan titik, termasuk dinding utama bagian depan kantor DPC.

Tema, subtema, dan kriteria penilaian

Tema besar festival adalah "Api Perjuangan Bung Karno: Berdikari, Gotong Royong, dan Indonesia Raya". Tema ini dibagi ke dalam lima subtema:

  • Trisakti dan Kemandirian Bangsa
  • Gotong Royong sebagai Jati Diri Indonesia
  • Marhaen dan Keadilan Sosial
  • Bung Karno hingga Generasi Masa Depan
  • Nasionalisme dalam Kebhinekaan

Penilaian disusun untuk menjaga obyektivitas dan kualitas karya dengan bobot:

  • Kesesuaian Tema: 30%
  • Orisinalitas Gagasan: 25%
  • Teknik dan Komposisi Visual: 25%
  • Penyampaian Pesan: 20%

"Tujuan utama kami adalah memicu ruang ekspresi publik yang edukatif. Kita ingin menginternalisasi pemikiran mendalam Bung Karno kepada generasi milenial dan Gen-Z lewat cara yang mereka sukai, yaitu seni visual. Ini adalah tentang gotong royong dan nasionalisme."

Suara peserta

Salah satu peserta, Use Eko Murwanto dari Surabaya, mengaku antusias ikut berlomba setelah lolos verifikasi. Ia adalah pelukis kanvas profesional yang baru mulai berkarya di medium mural beberapa pekan lalu.

"Saya sangat berterima kasih kepada DPC PDI Perjuangan Lamongan yang menggelar event ini di Bulan Bung Karno. Sebagai pengagum berat Bung Karno, bagi saya ikut serta dalam acara ini hukumnya adalah wajib,"

Use Eko juga menjelaskan tantangan teknis bermigrasi dari kanvas ke dinding. Ia menyebut perbedaan bahan cat sebagai hal utama yang harus diadaptasi.

"Bedanya ada di bahan baku. Kalau di kanvas saya biasa memakai oil color yang proses pengeringannya lama. Sementara mural menggunakan water color yang dalam hitungan menit goresan kuasnya sudah kering di dinding. Di sinilah letak kesulitannya, saya masih harus terus belajar dan mencari ritme."

Janji menjaga karya sebagai monumen hidup

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Lamongan, Erna Sujarwati, menegaskan seluruh mural hasil festival tidak akan dicat ulang atau dihapus.

"Dinding kantor akan dibiarkan menjadi monumen hidup tempat ide-ide kreatif masyarakat abadi bersemi. Hadirnya festival mural ini akan membuat wajah kantor berubah total, penuh warna, dan hidup. Inilah manifestasi dari wajah partai ke depan: selalu dinamis, inklusif, dan melahirkan gagasan kebudayaan untuk masyarakat."

Panitia menyiapkan enam kategori juara utama dan satu kategori Juara Favorit pilihan publik. Festival ini diharapkan menjadi medium edukatif untuk mengenalkan gagasan Bung Karno kepada generasi muda melalui estetika visual, sekaligus meninggalkan jejak karya yang dapat dinikmati publik jangka panjang.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait