Politik

Fatmawati Trophy Jatim: Fashion Hidupkan Semangat Jahit Sang Saka

Bagikan:
Finalis dan panggung Fatmawati Trophy Regional Jawa Timur di Hotel Vasa Surabaya

Fatmawati Trophy Regional Jawa Timur digelar di Hotel Vasa Surabaya, Minggu (23/8/2026), untuk mengenalkan kembali sosok Ibu Negara pertama Fatmawati Soekarno kepada generasi muda melalui ajang fashion. Acara ini menggunakan perpaduan kebaya, kain tradisional, kerudung, dan desain modern untuk menyampaikan nilai ketekunan, keberanian, dan pengabdian yang lahir dari tindakan sederhana menjahit Sang Saka Merah Putih.

Perjuangan yang Berawal dari Kesederhanaan

Panitia menekankan bahwa pesan Fatmawati bukan hanya soal benda fisik—selembar kain yang dijahit tangan—melainkan nilai di baliknya. Ketekunan, keberanian, dan pengabdian menjadi tema utama acara.

Wakil Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Susy Cecilia Agustina, mengatakan upaya itu sengaja dibawa ke ranah yang dekat dengan anak muda: fashion.

"Kita tahu sendiri bagaimana sosok Ibu Fatmawati. Kita berusaha merepresentasikan bagaimana seorang pejuang yang sosoknya kita kenal menjahit Sang Saka Merah Putih,"

Kain Tradisional Bertemu Generasi Baru

Para finalis datang dari berbagai daerah membawa identitas masing-masing: motif lokal, kebaya, hingga interpretasi modern kain tradisional. Perpaduan ini bertujuan menunjukkan bahwa tradisi dapat menjadi sumber inspirasi, bukan hambatan bagi perkembangan kreativitas generasi muda.

Dalam panggung tersebut, busana menjadi alat bercerita tentang budaya, peran perempuan, dan identitas Indonesia.

Perempuan Tak Hanya di Belakang

Ajang ini juga mengangkat pesan bahwa peran perempuan tidak harus selalu terlihat di balik layar. Dari tindakan sederhana seperti menjahit, Fatmawati menunjukkan bahwa kontribusi kecil bisa menjadi bagian penting sejarah bangsa.

"Saya harapkan dengan spirit Ibu Fatmawati, kita bisa berkembang dengan segala kreasi yang kita miliki. Bahwa seorang perempuan itu tidak hanya berada di belakang dapur saja, tapi bisa berada di depan dan terus berkreasi untuk mencerdaskan bangsa,"

Susy menegaskan bahwa semangat tersebut relevan untuk membuka ruang bagi perempuan di berbagai bidang.

Merawat Merah Putih dengan Cara Generasi Hari Ini

Trofi acara didesain terinspirasi dari sosok perempuan berbusana kebaya modern sebagai simbol keanggunan, keberanian, dan dedikasi. Namun fokus utama bukan bentuk trofi, melainkan cerita yang menyertainya: menjaga nilai perjuangan agar tetap hidup lewat cara anak muda.

Panitia berharap, melalui fashion dan kreativitas, generasi kini akan terus meneruskan nilai-nilai pendahulu. Area kontribusi yang dibuka bagi perempuan meliputi:

  • Pendidikan
  • Dunia usaha
  • Seni dan budaya
  • Politik dan ruang publik
  • Dunia fashion

Dengan demikian, tradisi seperti jahitan Fatmawati tidak hanya dikenang, tetapi dijahit kembali menjadi inspirasi praktis untuk masa depan Indonesia.

Perhelatan Fatmawati Trophy diharapkan menjadi salah satu sarana berkelanjutan untuk mempertemukan sejarah dan kreativitas generasi muda, sehingga nilai sederhana namun kuat dapat terus diwariskan.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait