Kementerian PANRB Mulai Evaluasi Zona Integritas 2026
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menutup masa pengusulan Zona Integritas (ZI) Tahun 2026 pada 30 Juni 2026 dan kini memasuki tahap evaluasi. Proses ini menentukan penetapan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Menteri PANRB menegaskan fokus penilaian adalah peningkatan kualitas pelayanan publik, bukan sekadar pemenuhan administrasi.
Penutupan pengusulan dan proses evaluasi
Pengusulan ZI resmi ditutup pada 30 Juni 2026. Tahap berikutnya adalah evaluasi teknis dan verifikasi lapangan oleh tim penilai. Hasil evaluasi akan menentukan unit kerja yang layak memperoleh predikat WBK atau WBBM.
Tiga fokus pembangunan Zona Integritas
Menteri PANRB Rini Widyantini menyebutkan ada tiga fokus utama yang harus menjadi perhatian setiap unit kerja. Pertama, penguatan integritas melalui pencegahan korupsi, kolusi, dan nepotisme serta perbaikan sistem pengendalian internal.
- Penguatan integritas: pencegahan korupsi dan pengendalian internal.
- Peningkatan kualitas pelayanan publik: membuat layanan lebih cepat, mudah, dan responsif.
- Penguatan kapabilitas dan akuntabilitas kinerja: menghasilkan kinerja terukur dan berorientasi hasil.
Pembangunan Zona Integritas menjadi langkah awal yang sangat penting untuk memastikan reformasi birokrasi berjalan pada rel yang benar. Integritas harus menjadi budaya dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
— Rini Widyantini, Menteri PANRB, 8 Juli 2026
Data pengusulan dan predikat
Berdasarkan data kementerian, ribuan unit kerja dari pusat dan daerah telah mengajukan diri. Kementerian menegaskan evaluasi akan melihat bukti perubahan nyata, sistematis, dan berkelanjutan.
| Jenis | Jumlah Unit Kerja |
|---|---|
| Unit kerja mengusulkan Zona Integritas | 16.734 |
| Telah meraih predikat WBK | 2.983 |
| Telah meraih predikat WBBM | 430 |
Dampak kebijakan dan arah ke depan
Rini mengatakan pembangunan ZI sejalan dengan arahan Presiden dan Wakil Presiden untuk mewujudkan birokrasi yang bersih, efektif, dan akuntabel. Menurutnya, integritas dan kinerja harus berjalan seimbang agar publik memperoleh layanan bermutu dan kepercayaan terhadap birokrasi meningkat.
Kementerian menegaskan predikat bukan tujuan akhir, melainkan bagian dari proses berkelanjutan untuk membangun budaya kerja berintegritas dan meningkatkan kualitas layanan publik. Evaluasi lanjutan akan memprioritaskan bukti perubahan yang berdampak langsung pada masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Maulid Nabi 1448 H: Momentum Perkuat Kepedulian Sosial
Maulid Nabi 1448 H pada 25 Agustus 2026 dijadikan momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan meneladani...
Prabowo Jadikan PLTS 100 GWp Pilar Kemandirian Energi
Presiden Prabowo luncurkan Program PLTS 100 GWp di Bali sebagai langkah kemandirian energi, dipadukan dengan...
PU Kerahkan Pompa dan Air Tangani Karhutla di Kalteng & Malut
Kementerian PU mengerahkan pompa, personel, dan pasokan air untuk memadamkan karhutla di Kalimantan Tengah d...
Asap Karhutla Tebal, SDN 01 Sanggau Perpanjang PJJ
SDN 01 Sanggau memperpanjang PJJ hingga 28 Agustus karena kabut asap karhutla masih tebal; sekolah minta gur...
Daftar Proyek PLTS 100 GWp yang Diresmikan Presiden
Presiden meresmikan sejumlah proyek PLTS 100 GWp, dari Gilimanuk hingga pulau terpencil, mendukung elektrifi...
MenHAM Usulkan Pusat Komando Bencana NTT Dipindah ke Flores
MenHAM Natalius Pigai usulkan pusat komando tanggap darurat NTT dipindah ke Flores agar koordinasi dan distr...