Hasyim Desak Evaluasi Menyeluruh Program MBG Usai 17 Siswa Keracunan
Medan — Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Hasyim, menuntut evaluasi menyeluruh dan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah 17 siswa UPT SD Negeri 060870 diduga mengalami keracunan usai menyantap paket MBG.
Kunjungan ke sekolah dan kondisi korban
Hasyim memimpin rombongan pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Medan untuk menjenguk para siswa yang menjadi korban. Rombongan didampingi Sekretaris Boydo HK Panjaitan, Bendahara Ustadz Fuad Akbar, dan anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PDI Perjuangan, Agus Setiawan.
Kepala UPT SD Negeri 060870, Sri Bangun, menyambut rombongan di lingkungan sekolah. Insiden memaksa 17 siswa dilarikan ke Rumah Sakit Imelda dengan gejala mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi paket MBG.
Isi paket MBG yang dikonsumsi
Menurut keterangan awal, paket MBG yang disantap siswa berisi beberapa komponen makanan sebagai berikut:
- Nasi
- Sayur
- Lauk
- Buah
- Susu
Seruan evaluasi dan pengawasan
Hasyim menegaskan bahwa niat baik penyediaan makanan gratis harus disertai standar kualitas dan prosedur pengawasan yang ketat. Ia mengingatkan agar aspek higienitas tidak diabaikan sehingga tujuan memberi gizi tidak berubah menjadi ancaman kesehatan bagi anak-anak.
Menurutnya, program yang menyasar anak sekolah wajib mendapat kontrol yang jelas, mulai dari penyediaan bahan baku sampai distribusi di sekolah.
Aspirasi orang tua dan respons sekolah
Salah seorang wali murid, Hery Setiawan, menyuarakan aspirasi serupa. Ia meminta agar anggaran MBG bisa dialihkan untuk program sekolah gratis berskala nasional, atau bila tetap dijalankan, pengawasannya harus diperketat untuk memastikan makanan memenuhi standar gizi dan kebersihan.
Kepala Sekolah Sri Bangun mengapresiasi kunjungan dan kepedulian jajaran partai. Ia berharap pengawasan penyediaan makanan di sekolah dapat ditingkatkan agar insiden serupa tidak terulang.
Bantuan sosial dari pengurus partai
Sebagai bentuk kepedulian, Hasyim dan jajaran pengurus menyerahkan santunan berupa uang tunai untuk membantu meringankan beban keluarga dan menyemangati siswa terdampak.
Kasus ini memicu sorotan publik atas mekanisme pengadaan dan distribusi makanan di program MBG. Pihak sekolah dan pemangku kepentingan diharapkan segera mengevaluasi langkah pencegahan serta prosedur pengawasan untuk menjaga keselamatan anak didik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPRD Medan Minta Periksa Laporan Keuangan KPUM, RAT 2025 Ditunda
Komisi III DPRD Medan minta Diskop periksa laporan keuangan KPUM dan tunda RAT 2025 karena indikasi penuruna...
Terdakwa Penembakan Roket Parasut di Medan Dituntut 10 Tahun
Terdakwa penembakan roket parasut di Medan dituntut 10 tahun penjara atas kematian satu korban; jaksa sebut...
Pasokan Air Bersih RSUD H. Sahudin Kutacane Kembali Normal
Pasokan air di RSUD H. Sahudin Kutacane pulih setelah gangguan akibat banjir; manajemen dan vendor telah mem...
Pemprov Sumut Turunkan Harga Cabai dan Ayam di Pasar Medan
Pemprov Sumut lewat TPID menurunkan harga cabai merah jadi Rp55.000/kg dan ayam potong Rp35.000/kg lewat int...
Sopir Angkot Demo di Mapolda Tuntut Pemeriksaan Ketua KPUM
Puluhan sopir angkot demo di Mapolda Sumut menuntut pemeriksaan Ketua KPUM atas dugaan penyelewengan dana da...
Kabiro Hukerma Kemenimipas Tinjau Lapas Kelas I Medan
Kabiro Hukerma Kemenimipas tinjau Lapas Kelas I Medan untuk perkuat tata kelola hukum, administrasi, dan ker...