Nasional

SAR Gabungan Evakuasi Korban Gempa Magnitudo 7,7 di NTT

Bagikan:
Helikopter Basarnas evakuasi korban gempa di Manggarai Timur menuju Labuan Bajo

Tim SAR gabungan memperkuat evakuasi korban gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari ketujuh operasi. Evakuasi medis dan distribusi bantuan dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk menjangkau wilayah terdampak, terutama daerah yang sulit diakses.

Evakuasi udara untuk korban kritis

Deputi Bidang Operasi dan Siaga Basarnas, Edy Prakoso, memimpin langsung evakuasi menggunakan Helikopter Dauphin AS 365 N3+. Pesawat itu menuju Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur.

Dalam operasi, dua warga berstatus kritis berhasil dievakuasi melalui udara. Korban pertama adalah laki-laki 81 tahun yang diduga mengalami cedera tulang belakang. Korban kedua perempuan, 71 tahun, diduga mengalami patah tulang dasar tengkorak.

Evakuasi melalui udara dilakukan untuk mempercepat penanganan terhadap korban yang membutuhkan pertolongan medis segera. Khususnya dari wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Edy Prakoso, 21 Agustus 2026

Rujukan dan perawatan lanjutan

Kedua korban diterbangkan menuju Bandara Komodo di Labuan Bajo. Setelah tiba, mereka dirujuk ke RSUD Pratama Komodo untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut dan observasi intensif.

Bantuan dan operasi SAR berkelanjutan

Selain evakuasi medis, Helikopter Basarnas membawa Bantuan Kepresidenan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat di Manggarai Timur. Operasi dilanjutkan dengan kombinasi jalur darat dan udara agar distribusi bantuan lebih cepat dan menjangkau wilayah terpencil.

Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR lainnya masih melanjutkan pencarian, pertolongan, dan pelayanan kemanusiaan. Fokus saat ini adalah mengevakuasi korban kritis, menyalurkan bantuan, dan memetakan kebutuhan warga terdampak.

Prognosis dan langkah berikutnya

Tim SAR menyatakan operasi akan terus dioptimalkan sampai seluruh kebutuhan dasar dan medis masyarakat terdampak dapat tertangani. Koordinasi antarinstansi juga diperkuat untuk mempercepat rujukan pasien dan distribusi logistik.

Perkembangan situasi akan terus dipantau, khususnya kondisi warga di daerah yang sulit diakses serta kesiapan fasilitas kesehatan rujukan di Labuan Bajo dan sekitarnya.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait