Dinas Pertanian: Erupsi Sinabung Tak Ganggu Pertanian di Karo
Medan. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara menyatakan erupsi Gunung Sinabung pada 31 Agustus tidak menyebabkan kerusakan parah pada sektor pertanian di Kabupaten Karo. Data per 4 September menunjukkan sebagian besar lahan sudah pulih meski abu vulkanik sempat mengganggu pernapasan warga dan aktivitas transportasi.
Dampak dan kondisi lahan
Berdasarkan data dinas, luas areal pertanian di Kabupaten Karo mencapai 1.832 hektare. Dari jumlah itu, 1.677 hektare dilaporkan mulai pulih dari paparan abu vulkanik. Gangguan yang tercatat lebih banyak terkait kualitas udara dan mobilitas kendaraan, serta beberapa penerbangan di Bandara Kualanamu terganggu sementara.
Meski abu menempel pada tanaman, dinas menilai komoditas pangan dan hortikultura tidak mengalami kerusakan parah maupun gagal panen secara masif. Kondisi ini penting bagi ketahanan pasokan pangan lokal dan stabilitas pendapatan petani.
Pemantauan lapangan dan koordinasi
Petugas Lapang Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) diterjunkan untuk memantau kondisi tanaman secara berkala. Tim ini juga bekerja sama dengan penyuluh dan Dinas Pertanian Kabupaten Karo untuk mendata setiap potensi kerusakan tanaman akibat abu.
Data sampai dengan saat ini tidak ada kerusakan parah akibat abu vulkanik erupsi dari Gunung Sinabung di Kabupaten Karo
Koordinasi terus dilakukan untuk memastikan respons cepat bila ditemukan gejala kerusakan tanaman atau serangan organisme pengganggu yang dipicu perubahan kondisi lingkungan pasca-erupsi.
Bantuan untuk petani
Sebagai langkah konkret, Dinas Pertanian Provinsi mengirimkan alat pembersih abu yaitu misblower untuk membantu petugas dan petani membersihkan abu yang menempel pada daun dan batang tanaman. Alat ini diharapkan mempercepat proses pemulihan tanaman sehingga kegiatan pertanian bisa kembali normal.
Kita juga telah mengirimkan alat Misblower untuk digunakan petugas di lapangan membantu petani membersihkan abu vulkanik yang mengenai tanaman petani
Prognosis dan langkah selanjutnya
Beberapa posko pemantauan tetap aktif di sekitar kawasan Sinabung, mengingat adanya potensi erupsi susulan. Dinas berharap erupsi berhenti dan aktivitas pertanian dapat berjalan optimal kembali di Kabupaten Karo.
Pemantauan berkelanjutan, pendataan kerusakan, dan dukungan teknis akan dilanjutkan hingga kondisi dinyatakan stabil oleh pihak berwenang.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Nias Selatan Serahkan SK Perpanjangan 633 PPPK Paruh Waktu
Pemkab Nias Selatan menyerahkan SK perpanjangan dan SPK kepada 633 PPPK Paruh Waktu pada 19 Oktober sebagai...
Polda Sumut Tangkap 3 Terduga Pelaku Penembakan di Tanjung Morawa
Polda Sumut menangkap tiga terduga pelaku penembakan di Tanjung Morawa pada 19 Oktober; motif masih didalami...
Pemkab Asahan Selesaikan Audit BPK, Raih Peringkat Tiga Realisasi Belanja
Pemkab Asahan menyelesaikan audit BPK Sumut (19/10) dan meraih peringkat tiga realisasi belanja daerah; exit...
Belanja P-APBD Sumut 2026 Melebihi Pendapatan, DPRD Dorong Pinjaman
Belanja P-APBD Sumut 2026 melebihi pendapatan Rp382 miliar; DPRD mendorong pinjaman dan obligasi untuk menut...
Satgas PRR Kirim 18 Alat Berat untuk Pengerukan Sungai di Aceh Tenggara
Satgas PRR Kemendagri menurunkan 18 alat berat dan 8 dump truk untuk pengerukan sungai di Aceh Tenggara, ope...
Orangutan Sumatera Dipulangkan dari India ke Kualanamu
Orangutan Sumatera hasil repatriasi dari India tiba di Bandara Kualanamu dan dibawa ke SRA Langkat untuk men...