Nasional

Empat Gunung Meletus Bersamaan pada 9 September 2026

Bagikan:
Asap dan kolom abu letusan gunung api terlihat di pagi hari

Empat gunung api di Indonesia dilaporkan meletus pada Rabu, 9 September 2026. Kejadian terjadi dini hari hingga pagi dan mencakup Gunung Semeru (Jawa Timur), Anak Krakatau (Selat Sunda), Ili Lewotolok (NTT), dan Gunung Ibu (Maluku Utara). Masing-masing erupsi tercatat melalui pengamatan visual atau seismograf, dengan kolom abu, amplitudo, dan durasi berbeda.

Gunung Semeru — Jawa Timur

Gunung Semeru tercatat erupsi pertama sekitar pukul 00.15 WIB dan kembali meletus pada 05.11 WIB. Letusan terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.

"Visual letusan tidak teramati. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,"

MAGMA Indonesia menyatakan erupsi Semeru belum terekam visual, tetapi aktivitas masih terpantau pada saat pelaporan.

Anak Krakatau — Selat Sunda

Anak Krakatau di Lampung Selatan meletus sekitar pukul 00.47 WIB. Letusan kali ini tidak teramati secara visual, tetapi terekam oleh seismograf.

Seismograf mencatat amplitudo maksimum 51 mm dengan durasi 28 detik. Aktivitas ini menambah rangkaian erupsi yang masih menjadi perhatian Badan Geologi.

"Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 51 mm dan durasi 28 detik,"

Meski episode erupsi sebelumnya yang berlangsung sekitar 25 jam disebut berakhir pada 6 September 2026, Anak Krakatau masih menunjukkan karakter Strombolian dan tetap berada pada Level III (Siaga).

Ili Lewotolok — Nusa Tenggara Timur

Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata mengalami dua erupsi pada Rabu pagi. Letusan pertama terjadi sekitar pukul 05.03 WITA dengan kolom abu setinggi sekitar 500 meter di atas puncak.

"Letusan pertama terjadi sekitar pukul 05.03 WITA dengan kolom abu mencapai sekitar 500 meter di atas puncak. Kolom abu dari erupsi pertama teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat laut,"

Letusan pertama terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 41 detik. Erupsi kedua terjadi sekitar pukul 05.56 WITA dengan kolom abu mencapai 600 meter di atas puncak (sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut) dan terekam seismograf beramplitudo 40 mm selama 44 detik.

Ili Lewotolok sebelumnya tercatat beraktivitas berulang dan berada pada Level II (Waspada).

Gunung Ibu — Maluku Utara

Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat tercatat erupsi sekitar pukul 05.27 WIT. Kolom abu tercatat setinggi sekitar 400 meter di atas puncak dan bergerak ke arah timur laut.

Seismograf mencatat amplitudo maksimum 28 mm dengan durasi sekitar 35 detik. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang.

Apakah Kejadian Ini Terkait?

Meskipun erupsi terjadi dalam rentang waktu berdekatan, hal itu tidak otomatis menunjukkan penyebab geologis yang sama. Setiap gunung memiliki sistem magmatik dan karakter aktivitas yang berbeda.

Otoritas dan lembaga vulkanologi tetap memantau perkembangan. Masyarakat di sekitar zona berbahaya diimbau mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah daerah dan lembaga terkait.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait