Nasional

Basarnas Kerahkan 5 Tim Cari 8 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Bagikan:
Tim Basarnas bersiap di dermaga dengan kapal patroli untuk operasi pencarian di Selat Sunda

Basarnas mengerahkan lima tim pencarian sejak 7 September 2026 setelah delapan orang, termasuk lima jurnalis, dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda. Operasi berlangsung di sekitar lepas pantai barat daya Gunung Anak Krakatau dengan tujuan menemukan rombongan yang sedang meliput aktivitas vulkanik.

Korban dan pembagian sektor pencarian

Kepala Seksi Operasi Basarnas Banten, Rizki Dwianto, menyatakan jumlah orang yang dicari adalah delapan orang. Mereka terdiri atas:

  • 5 jurnalis
  • 1 kapten kapal
  • 1 Anak Buah Kapal (ABK)
  • 1 pemandu lokal

Untuk memperluas jangkauan, Basarnas membagi area kerja menjadi lima sektor pencarian. Jarak pencarian di setiap sektor diperkirakan antara enam hingga tujuh nautical mile dari titik acuan.

Unsur dan armada yang dikerahkan

Operasi melibatkan unsur matra laut lintas instansi secara terpadu. Armada dan alat yang dikerahkan meliputi:

  • KNSAR Tetuka milik Basarnas Banten
  • Unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Basarnas Banten dan Lampung
  • Kapal Kaler dari TNI Angkatan Laut
  • KP Sanjaya milik Polairud

Lokasi fokus dan metode pencarian

Berdasarkan analisis SAR Map Prediction, area pencarian difokuskan ke sektor barat daya Gunung Anak Krakatau. Basarnas menempatkan kapal dan personel pada posisi yang memungkinkan pencarian menyisir area tersebut secara sistematis.

Kendala operasional dan solusi teknologi

Tim menghadapi tantangan signifikan akibat aktivitas vulkanik. Kondisi ini menghambat operasi udara karena risiko erupsi dan abu vulkanik. Rizki menjelaskan hambatan tersebut dan langkah yang ditempuh tim:

"Tim kita bagi menjadi lima dengan menggunakan alut laut yang memang tersedia,"

"Untuk via udara karena memang kita saat ini juga mengalami kendala karena untuk erupsi Gunung Anak Krakatau, itu sangat berisiko kalau kita menggunakan alut udara,"

"Untuk mengoptimalkannya kita menggunakan drone termal yang nanti kita taruh di KNSAR Tetuka di sekitar lokasi,"

Penggunaan drone termal dipilih untuk menggantikan pengamatan udara berawak yang berisiko. Drone akan ditempatkan di atas kapal sebagai basis pengamatan di sekitar lokasi pencarian.

Situasi posko dan langkah selanjutnya

Posko Aju didirikan di Dermaga Marina Carita, Pandeglang. Suasana di posko dipenuhi kecemasan karena keluarga dan rekan kerja jurnalis terus menunggu informasi. Seluruh unsur SAR gabungan berkomitmen melanjutkan upaya maksimal.

Jika hingga batas waktu yang ditetapkan korban belum ditemukan, prosedur lanjutan akan mencakup perluasan area pencarian pada sektor yang lebih luas. Perkembangan operasi akan terus diperbarui berdasarkan temuan di lapangan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait