BMKG: 13.863 Gempa Susulan Terjadi di Flores, Intensitas Mulai Menurun
BMKG mencatat 13.863 gempa susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Rabu, 9 September 2026, pukul 05.00 WIB. Rangkaian gempa ini mengikuti gempa utama magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 dan dipicu oleh aktivitas sesar naik pada zona Flores Back-Arc Thrust. Aktivitas susulan masih berlangsung, namun grafik menunjukkan tren penurunan intensitas.
Data dan intensitas gempa susulan
Dari total kejadian, BMKG mencatat gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2 dan yang terkecil magnitudo 0,9. Sebanyak 38 gempa tercatat berkekuatan di atas magnitudo 5, dan 183 kejadian dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.
"Sebanyak 38 gempa susulan tercatat memiliki magnitudo di atas 5. Sementara 183 kejadian di antaranya dilaporkan dirasakan oleh masyarakat,"
Contoh gempa susulan terakhir terjadi pada Selasa malam, 8 September 2026, berkekuatan magnitudo 5,0, dan pada Rabu pagi terjadi gempa magnitudo 4,8. Kedua kejadian tersebut tercatat memiliki intensitas III pada skala Modified Mercalli Intensity (MMI), yang berarti getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah serta dapat membuat lantai dan kaca jendela bergetar.
Pola peluruhan dan prakiraan durasi
BMKG menyampaikan bahwa pola peluruhan gempa mulai memperlihatkan kecenderungan menurun. Perubahan ini menjadi indikasi bahwa intensitas gempa susulan secara bertahap menurun dibanding fase awal setelah gempa utama.
“Dari grafik peluruhan, mulai tampak pola penurunan. Sehingga gempa susulan diperkirakan berlangsung sekitar 3-4 minggu,”
Perkiraan durasi tiga hingga empat minggu merujuk pada fase penyesuaian kerak bumi pascagempa utama. Namun BMKG mengingatkan bahwa gempa susulan masih mungkin terjadi meski frekuensi dan magnitudonya menurun.
Dampak dan imbauan
Rangkaian ribuan gempa susulan menunjukkan proses penyesuaian tektonik setelah gempa besar. Meski kecenderungan menurun, gempa dengan magnitudo menengah masih berpotensi dirasakan luas, terutama di wilayah dekat episentrum.
Masyarakat di daerah terdampak disarankan tetap waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, dan memperkuat langkah mitigasi seperti menyiapkan paket darurat dan menjauhi bangunan yang retak atau rusak. Pemantauan informasi resmi secara berkala juga penting selama periode susulan ini.
BMKG akan terus memperbarui data dan analisis seismik untuk memberikan informasi terkini kepada publik dan otoritas terkait.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...