Nasional

Menkomdigi: Pengembangan AI Harus Memberi Manfaat Nyata

Bagikan:
Menkomdigi Meutya Hafid menekankan manfaat AI bagi masyarakat

Jakarta, 8 September 2026 — Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa pengembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menunjukkan kecanggihan teknis. Pernyataan itu disampaikan dalam XI International Scholas Chairs Congress 2026 di Jakarta.

AI harus menjawab kebutuhan sehari-hari

Menkomdigi menyorot pergeseran AI dari fase eksperimen ke penggunaan sehari-hari. Ia menyebutkan bahwa teknologi ini kini sudah dipakai untuk berbagai aktivitas masyarakat, seperti pembelajaran, pekerjaan, layanan kesehatan, pelayanan publik, hingga pengambilan keputusan.

Karena itu, pengembangan AI menurutnya harus diarahkan untuk menyelesaikan persoalan riil dan meningkatkan kualitas hidup warga.

Kesiapan manusia dan institusi

Meutya mengingatkan bahwa kemampuan mesin bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Yang menentukan adalah sejauh mana manusia dan institusi siap mengarahkan teknologi tersebut.

"Tujuan bersama kita adalah mengembangkan Meaningful AI, yaitu AI yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,"

Ia menambahkan bahwa pertanyaan kunci kini bukan lagi apa yang dapat dilakukan mesin, melainkan apakah manusia dan institusi siap memastikan AI digunakan untuk tujuan yang bermakna.

"Pertanyaannya bukan lagi semata-mata apa yang mampu dilakukan mesin, tetapi apakah manusia dan institusi siap mengarahkan AI menuju tujuan yang bermakna,"

Regulasi dan peta jalan pemerintah

Untuk mendorong pemanfaatan AI yang bertanggung jawab, pemerintah sedang menyiapkan regulasi serta pedoman tata kelola. Langkah konkret yang disebutkan adalah penyusunan National AI Roadmap 2026–2029 dan pengembangan aturan etika AI berbasis risiko.

"Pemerintah harus menyediakan arah dan perlindungan, sementara seluruh ekosistem harus memastikan AI tetap terhubung dengan nilai kemanusiaan dan kebutuhan masyarakat,"

Meutya menekankan bahwa masa depan AI tidak hanya ditentukan oleh algoritma, kapasitas komputasi, atau besarnya investasi, melainkan juga oleh nilai-nilai kemanusiaan yang mengarahkannya.

Implikasi dan langkah selanjutnya

Pergeseran fokus dari kemampuan teknis ke manfaat sosial mendorong tindakan lintas sektor: pembuat kebijakan, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat perlu bersinergi. Implementasi roadmap dan regulasi etika diharapkan menjadi kerangka untuk menilai dampak AI sekaligus memberi perlindungan bagi publik.

Dengan demikian, arah pengembangan AI di Indonesia akan menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai tolok ukur utama kemajuan teknologi.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait