Elektrifikasi Dorong 401 Juta Perjalanan KRL pada 2025
Penguatan elektrifikasi mendorong kenaikan signifikan pengguna Kereta Rel Listrik (KRL), tercatat mencapai 401 juta perjalanan pada 2025, atau tambahan 140 juta perjalanan selama satu dekade. Data menunjukkan lonjakan mobilitas harian yang menuntut peningkatan pasokan listrik untuk menjaga kestabilan operasional.
Lonjakan pengguna dan data perjalanan
Peningkatan jumlah penumpang memengaruhi frekuensi layanan. Total mobilitas harian kereta api perkotaan naik dari 881 menjadi 1.063 perjalanan per hari. Lintas Bogor mencatat frekuensi tertinggi dengan 299 perjalanan harian, diikuti Bekasi 232 dan Serpong 204.
| Lintas | Perjalanan Harian |
|---|---|
| Bogor | 299 |
| Bekasi | 232 |
| Serpong | 204 |
Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) mendominasi pergerakan urban dengan total 349,3 juta perjalanan. Sementara itu, jumlah pengguna di Surabaya tercatat 16 juta perjalanan menurut laporan resmi pada Rabu, 20 Mei 2026.
Kebutuhan listrik dan proyek elektrifikasi
Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI), Anne Purba, menekankan kebutuhan pasokan listrik yang naik seiring frekuensi perjalanan. Penguatan sistem tenaga listrik menjadi fokus utama untuk menjaga stabilitas operasi dan mendukung sistem persinyalan.
"Ketika jumlah perjalanan KRL terus meningkat, kebutuhan daya listrik juga ikut bertambah. Penguatan elektrifikasi menjadi penting untuk menjaga kestabilan operasional perjalanan, mendukung sistem persinyalan, serta memastikan perjalanan KRL tetap berjalan aman dan andal di lintas dengan trafik yang semakin padat,"
Salah satu langkah konkret adalah rencana pengembangan infrastruktur kelistrikan di kawasan Stasiun Jatake. Proyek ini dirancang untuk mengantisipasi pertumbuhan frekuensi perjalanan yang semakin dinamis.
Dukungan kebijakan dan integrasi moda
Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mendorong transformasi layanan melalui integrasi antarmoda. Upaya mencakup revitalisasi stasiun dan peningkatan konektivitas ke kawasan strategis guna memperkuat jaringan transportasi perkotaan.
Dampak operasional dan prospek ke depan
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menyatakan transportasi rel kini menjadi tulang punggung mobilitas perkotaan. Pembangunan sistem elektrifikasi dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk menjaga kapasitas layanan dan efisiensi perjalanan masyarakat.
"Transportasi berbasis rel saat ini berkembang menjadi tulang punggung mobilitas perkotaan. Karena itu, pembangunan elektrifikasi perlu dipandang sebagai penguatan sistem transportasi jangka panjang untuk menjaga kapasitas layanan, mendukung efisiensi perjalanan masyarakat, serta meningkatkan kualitas konektivitas kawasan urban,"
Peningkatan elektrifikasi juga menuntut optimasi headway atau waktu tunggu antar kereta. Selain itu, transformasi layanan digital diprioritaskan untuk meningkatkan pengalaman perjalanan penumpang seiring bertambahnya kawasan hunian terpadu dan permintaan mobilitas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
OJK Apresiasi Dukungan Bank Jakarta untuk Ekonomi Kreatif DKI
OJK mengapresiasi peran Bank Jakarta dalam mendukung Program Pengembangan Ekonomi Daerah untuk memperkuat ek...
IASC Amankan Rp674 Miliar, Rp200 Miliar Dikembalikan ke Korban
IASC mengamankan Rp674 miliar dana kejahatan digital; Rp200 miliar telah dikembalikan. OJK catat 600.000 lap...
Tambang Diminta Jaga Pasokan dan Fiskal Menjelang 2026
Menjelang semester II-2026, pemerintah dan perusahaan tambang diminta menjaga pasokan domestik, menata produ...
OJK Perkuat Kolaborasi Cegah Penipuan Digital Lintas Negara
OJK menggandeng UNODC perkuat pertahanan terhadap penipuan digital lintas negara demi menjaga kepercayaan pu...
PINTU Gelar 'Trade for Glory 2026' Hadiah Rp150 Juta Token SPYX
PINTU meluncurkan kompetisi trading "Trade for Glory 2026" berhadiah Rp150 juta dalam token SPYX untuk menye...
IHSG Melemah 0,18% ke 5.864,97 pada Jeda Perdagangan
IHSG melemah 0,18% ke 5.864,97 pada jeda perdagangan 6 Juli 2026; volume 10,722 miliar saham dan nilai trans...