Ekspor Nonmigas Triwulan I Naik 0,98%, Mendag Optimis Perdagangan Tumbuh
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan ekspor nonmigas Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh positif, memberi harapan bagi pertumbuhan perdagangan nasional meski tantangan global masih ada. Data Kemendag menunjukkan ekspor nonmigas Januari–Maret 2026 naik 0,98 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Pertumbuhan ekspor triwulan I
Menurut keterangan yang disampaikan Selasa, 26 Mei 2026, Kemendag mencatat kinerja ekspor nonmigas tetap meningkat pada kuartal pertama. Kenaikan 0,98 persen menjadi sinyal bahwa penguatan produksi dalam negeri mulai berdampak pada kinerja luar negeri.
Perkuat produk lokal dan proteksi pasar
Untuk mempertahankan momentum, Kemendag menjalankan program pengamanan pasar domestik. Pemerintah mendorong peningkatan daya saing produk nasional agar mampu bersaing dengan barang impor.
"Kalau kita lihat, pertumbuhan ekspor nonmigas kita pada Januari-Maret 2026 dibanding periode yang sama tahun lalu tumbuh 0,98 persen. Jadi, sebetulnya kita masih (bisa) tetap tumbuh positif,"
Selain itu, pemerintah menggunakan instrumen perdagangan seperti antidumping dan safeguard untuk melindungi industri dalam negeri. Langkah ini dimaksudkan mengurangi ketergantungan pada impor dan memberi ruang bagi produk lokal tumbuh.
"Kami ingin pasar kita yang besar diisi produk lokal, kuncinya, produk harus berdaya saing. Kalau kita sudah memiliki produk dalam negeri yang bagus, kita tidak perlu impor,"
Perluasan pasar dan dukungan untuk UMKM
Kemendag memperluas akses pasar ekspor melalui kerja sama perdagangan bilateral dan multilateral. Sejumlah perjanjian dagang kini berada pada tahap implementasi, ratifikasi, atau perundingan.
Pusat promosi dan perwakilan perdagangan di luar negeri juga diperkuat untuk membantu promosi produk nasional. Pendampingan ditujukan agar pelaku usaha, termasuk UMKM, dapat menembus pasar ekspor.
"Kami ingin agar ekspor tidak hanya dari perusahaan besar, tetapi juga perusahaan kecil. Kami tugaskan perwakilan perdagangan RI untuk membantu pelaku usaha kita,"
Program pendampingan UMKM telah mencatat kenaikan nilai transaksi dan menghasilkan banyak eksportir baru. Pemerintah juga memetakan ribuan desa berpotensi ekspor untuk dikembangkan ekosistem usaha dari hulu ke hilir.
Kolaborasi dan promosi produk nasional
Kemendag menggandeng perguruan tinggi, asosiasi usaha, dan ritel modern untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas akses pemasaran. Kegiatan promosi seperti Trade Expo Indonesia dimanfaatkan untuk memamerkan produk lokal ke pembeli internasional.
Pemerintah juga fokus pada promosi kuliner dan rempah sebagai salah satu strategi memperluas pasar global bagi produk Indonesia.
Implikasi dan prospek ke depan
Kenaikan ekspor nonmigas pada triwulan I memberi sinyal awal pemulihan dan potensi pertumbuhan perdagangan nasional. Keberlanjutan tren ini bergantung pada kemampuan meningkatkan daya saing produk, efektivitas proteksi pasar, serta keberhasilan membuka akses pasar baru bagi pelaku usaha kecil.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
IHSG Dibuka Menguat 0,14% ke 6.018,08, Sentimen Minyak & Inflasi Jadi Perhatian
IHSG dibuka menguat 0,14% ke 6.018,08 pada 2 Oktober 2026; sentimen minyak, inflasi, dan ketegangan geopolit...
Rupiah Menguat Dibuka, Risiko Tekanan dari Kenaikan Harga Minyak
Rupiah dibuka menguat ke Rp17.910 per dolar, namun berisiko melemah karena kenaikan harga minyak dan ketegan...
IHSG Diperkirakan Melemah, Pasar Cermati Laju Inflasi
IHSG diperkirakan melemah dan menguji level 6.000 di tengah aksi jual asing serta kenaikan inflasi September...
DJP Percepat Pemungutan PPh 22 melalui Empat Lokapasar
DJP mempercepat pemungutan PPh Pasal 22 melalui lokapasar mulai 1 Oktober 2026; empat platform ditunjuk dan...
Dua Wamenkeu Dilantik, Kemenkeu Perkuat Pelaksanaan APBN
Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman dilantik sebagai Wamenkeu pada 1 Okt 2026 untuk memperkuat pelaksana...
Rupiah Turun ke Rp17.966 di Tengah Ketidakpastian AS–Iran
Rupiah melemah 0,40% ke Rp17.966 per dolar pada 1 Okt 2026, terdorong ketidakpastian AS–Iran dan pergeseran...