Ekonomi

BPDP-Aspekpir Ekspor Perdana 28 Ton Lidi Sawit ke Tiongkok

Bagikan:
Pelepasan ekspor 28 ton lidi sawit di Pelabuhan Belawan, Medan

BPDP bersama Aspekpir melepas ekspor perdana 28 ton lidi sawit ke Tiongkok pada Rabu, 17 Juni 2026. Pelepasan berlangsung di Pelabuhan Belawan, Kota Medan, Sumatra Utara, dan bahan baku dikumpulkan dari tiga provinsi berbeda melalui program pemberdayaan UMKM.

Pengiriman dan rangkaian kegiatan

Pengiriman kali ini merupakan bagian dari program kolaborasi antara BPDP dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir). Kegiatan ekspor didukung rangkaian lokakarya dan penguatan kapasitas yang telah berjalan sejak 2024.

Dukungan BPDP dan tujuan program

Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP menyampaikan sambutan tertulis yang dibacakan oleh Anwar Sadat, Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan. Dalam sambutannya, BPDP menekankan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat dan potensi nilai tambah limbah sawit.

"BPDP sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini karena mampu memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat serta menunjukkan bahwa limbah sawit dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi,"

BPDP juga melanjutkan program strategis seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan pengembangan sumber daya manusia di sektor perkebunan untuk meningkatkan produktivitas petani.

"Rantai pasok produksi lidi sawit melibatkan banyak pihak, dari petani, pengrajin, koperasi, dan pelaku ekspor, sehingga dapat memberikan efek ganda bagi penyerapan tenaga kerja dan peningkatan ekonomi di daerah,"

Manfaat bagi petani dan koperasi

Aspekpir menyatakan bahwa ekspor ini merupakan kelanjutan program pemberdayaan petani di lapangan. Sedikitnya tujuh koperasi berkontribusi menyuplai bahan baku untuk memenuhi pesanan ini, yang memberi manfaat kepada sekitar 2.800 anggota.

"Ekspor perdana ini membuktikan bahwa lidi sawit yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kami berharap semakin banyak petani sawit yang tertarik menjadikan pengumpulan dan pengolahan lidi sawit sebagai sumber penghasilan tambahan,"

Dukungan pemerintahan daerah dan tindak lanjut

Perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatra Utara, Tsarwah, memberi apresiasi atas upaya ini. Pemerintah daerah berharap pemanfaatan pelepah sawit sebagai biomassa bisa membuka lapangan kerja baru di kawasan pedesaan dan mendorong produk turunan lokal.

"Sumatera Utara memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan berbagai produk turunan berbasis limbah kelapa sawit, termasuk lidi sawit. Kerja sama dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi petani, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan keberhasilan ekspor seperti ini,"

Lokakarya praktik ekspor

Kolaborasi BPDP dan Aspekpir berlanjut lewat lokakarya praktik ekspor yang diselenggarakan di Kabupaten Langkat pada Kamis, 18 Juni 2026. Acara dihadiri sekitar 100 peserta dan dilengkapi dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara penyelenggara dan koperasi kelapa sawit.

Ekspor perdana 28 ton lidi sawit ini menjadi uji coba nilai pasar internasional sekaligus peluang pengembangan usaha skala komunitas di sentra-sentra produksi.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait