Ekraf Andalan Pemulihan Pascabencana, Kemenekraf Ajukan Rp88,44 Miliar
Kementerian Ekonomi Kreatif mengajukan anggaran Rp88,44 miliar untuk program pemulihan ekonomi pascabencana pada 2027. Usulan ini disampaikan Menteri Teuku Riefky Harsya dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI pada 15 Juni 2026 dan ditujukan untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak, termasuk Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Alokasi anggaran dan jadwal
Menteri Ekonomi Kreatif menjelaskan bahwa pengajuan anggaran ini merupakan bagian dari rencana multi-tahun untuk mendukung rehab-rekon pascabencana. Anggaran yang diusulkan bertahap untuk memperkuat upaya pemulihan ekonomi lokal.
| Tahun | Pagu Anggaran (Rp) |
|---|---|
| 2026 | 77,5 miliar |
| 2027 | 88,4 miliar |
| 2028 | 132,7 miliar |
"Kami sudah mendapatkan surat dari Kemensesneg yang mengalokasikan dana rehab-rekon untuk Kemenekraf. Pagu Rp77,5 miliar tahun 2026, Rp88,4 miliar tahun 2027, dan Rp132,7 miliar tahun 2028,"
Target wilayah dan bentuk dukungan
Program fokus pada wilayah terdampak bencana di Sumatra dan Aceh. Pendekatan tak hanya memberi bantuan darurat, tetapi juga membangun kapasitas ekonomi kreatif setempat agar pulih cepat dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan mencakup pelatihan keterampilan, penguatan desain produk, dan bantuan teknis untuk membentuk usaha baru yang tahan risiko bencana.
Rincian program pelatihan
Rencana program mencakup pelatihan kriya, pengemasan, dan pengembangan layanan kuliner. Rahayu Saraswati, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, memberi tanggapan positif terhadap spesifikasi program tersebut.
"Saya juga apresiasi, melihat program untuk pascabencana alam ini sangat spesifik, detail. Disampaikan soal pelatihan kriya batik lokal, sulam, anyam, workshop, desain kemasan, pelatihan memasak, pelatihan menjahit,"
Dampak dan prospek
Dengan fokus pada penguatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif, pemerintah berharap menciptakan sumber pendapatan baru dan memperkuat ketahanan ekonomi komunitas terdampak. Pendekatan ini diharapkan menurunkan kerentanan terhadap bencana di masa mendatang.
Ke depan, efektivitas program akan bergantung pada pelaksanaan di daerah, koordinasi lintas kementerian, dan pemantauan hasil lapangan untuk memastikan manfaat langsung kepada pelaku usaha lokal.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Xi Jinping Sampaikan Duka atas Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Xi Jinping menyampaikan duka atas gempa magnitudo 7,7 di NTT (15 Agustus 2026) dan yakin Indonesia dapat pul...
Xi Jinping Berduka atas Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Xi Jinping menyampaikan duka atas gempa magnitudo 7,7 di NTT dan yakin Indonesia dapat cepat pulih. BMKG cat...
Pengungsi Gempa Flores Tersebar, Pemerintah Perkuat Satgas
Pemerintah bentuk satgas daerah dan kirim tenda, logistik, serta tenaga medis untuk memenuhi kebutuhan pengu...
Kebakaran Belakang Pabrik di Purwakarta, 16 Damkar Dikerahkan
Kebakaran di belakang PT Iluva Gravure Industri Purwakarta terjadi pukul 17.50 WIB; 16 mobil damkar dikerahk...
Kemenekraf Pecahkan Rekor Dunia dengan 306 Pegawai Berwastra Tenun
Kemenekraf memecahkan rekor Guinness World Records dengan 306 pegawai mengenakan wastra tenun ATBM pada 17 A...
101,5 Ton Logistik Dikirim untuk Korban Gempa NTT
Pemerintah mengirimkan 101,5 ton logistik ke korban gempa NTT selama 15-17 Agustus 2026 melalui jalur udara...