Nasional

Bappenas: Ekonomi Hijau Kunci Hadapi Perubahan Iklim

Bagikan:
Ilustrasi ekonomi hijau: panel surya dan pepohonan di lahan perkotaan

Bappenas

Dampak perubahan iklim semakin nyata

Nizhar menjelaskan bahwa dampak perubahan iklim sudah konkret dan memengaruhi kehidupan sehari-hari. Fenomena ini terlihat pada ketidakpastian cuaca, banjir, kekeringan, serta kenaikan permukaan air laut. Kondisi tersebut menuntut strategi pembangunan yang adaptif dan berkelanjutan.

Mengapa ini (ekonomi hijau) penting untuk masyarakat, untuk penduduk kita. Karena memang dampaknya (perubahan iklim) sangat konkret.

Apa itu ekonomi hijau menurut Bappenas

Menurut Bappenas, ekonomi hijau adalah model pembangunan yang menyeimbangkan peningkatan kesejahteraan dengan keberlanjutan lingkungan. Pendekatan ini tetap memberi ruang bagi investasi, pembangunan infrastruktur, dan penciptaan lapangan kerja.

Salah satu fokus utama adalah pengembangan green jobs atau keterampilan kerja yang ramah lingkungan. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi diharapkan lebih bersih dan tahan lama.

Program GIFT dorong investasi dan kapasitas

Bappenas menyiapkan program Green Indonesia Future Initiative (GIFT) sebagai upaya percepatan transformasi ekonomi hijau. GIFT adalah kolaborasi dengan Global Green Growth Institute untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan mengembangkan investasi hijau di Indonesia.

Ini ingin diintegrasikan dalam suatu kerjasama yang baik dan sinergi, sehingga nanti diharapkan GGGI dengan kapasitasnya bisa membawa dan menghadirkan keahlian dari sisi investasi hijau.

GIFT mengintegrasikan tiga aspek utama: perencanaan kebijakan, mobilisasi investasi, dan implementasi di lapangan. Integrasi ini dimaksudkan agar program ekonomi hijau berjalan terarah dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Manfaat bagi masyarakat dan prioritas nasional

Bappenas menekankan bahwa sinergi investasi hijau harus selaras dengan prioritas pembangunan nasional. Program ini tidak hanya soal target angka, tetapi juga dampak nyata bagi masyarakat.

  • Perluasan lapangan kerja hijau di berbagai sektor.
  • Peningkatan akses terhadap energi terbarukan.
  • Pemerataan manfaat ekonomi hijau ke daerah-daerah rentan.

Sementara Indonesia, dalam hal ini Bappenas, juga punya kewajiban untuk memastikan bahwa semua kegiatan dan semua investasi tersebut juga tetap selaras dengan prioritas pembangunan nasional.

Melalui GIFT, Bappenas berharap transformasi ekonomi hijau dapat memberi manfaat langsung kepada petani, nelayan, pekerja, dan keluarga yang bergantung pada sumber daya alam. Program ini juga bertujuan mengurangi kerentanan kelompok tersebut terhadap perubahan cuaca dan iklim.

Ke depan

Keberhasilan agenda ini bergantung pada kerja sama lintas pihak—pemerintah, investor, lembaga internasional, dan masyarakat. Bappenas menilai percepatan transformasi hijau perlu langkah konkret agar pembangunan tetap berkelanjutan dan inklusif bagi semua wilayah di Indonesia.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait