Kawan Alam dan Senator Bali Dorong Ekonomi Biru untuk Pengelolaan Laut
Kawan Alam Indonesia dan Senator Bali I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta bertemu pada Selasa, 2 Juni 2026, untuk mendorong penerapan Ekonomi Biru dalam pengelolaan sumber daya laut.
Audiensi dan tujuan pertemuan
Pertemuan berlangsung di Komite I DPD RI dengan fokus pada pelestarian ekosistem laut serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Delegasi Kawan Alam dipimpin Deputy Executive Director Wanda Syahputra, didampingi pengurus dan relawan organisasi.
Pertemuan ini dimaksudkan untuk memperkuat komitmen pembangunan berkelanjutan serta membahas langkah konkret pengelolaan laut yang inklusif dan berbasis komunitas.
Agenda dan fokus pembahasan
Diskusi meliputi strategi pelestarian habitat laut, pengurangan tekanan terhadap ekosistem, dan program yang meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir. Para peserta menekankan pentingnya edukasi publik dan kolaborasi lintas sektor.
Dalam pembahasan itu, Blue Economy ditempatkan sebagai paradigma yang menggabungkan pertumbuhan ekonomi dengan konservasi lingkungan.
Dukungan senator dan pesan kunci
Arya Wedakarna menyatakan dukungan terhadap peran aktif organisasi masyarakat sipil dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia juga mengajak lembaga pemerintahan, swasta, dan komunitas lokal bersinergi.
"Alam membutuhkan lebih banyak aksi, bukan sekadar opini,"
Kata-kata itu dilontarkan organisasi sebagai seruan agar program-program di lapangan lebih cepat direalisasikan.
Program relawan dan ajakan partisipasi
Kawan Alam membuka kesempatan menjadi relawan lingkungan untuk mendukung edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat. Relawan akan terlibat dalam kegiatan yang berdampak nyata bagi lingkungan dan sosial ekonomi setempat.
- Edukasi lingkungan untuk siswa dan komunitas pesisir
- Konservasi habitat laut dan praktik penangkapan yang berkelanjutan
- Pemberdayaan ekonomi lokal melalui alternatif mata pencaharian
"Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil bersama,"
Implikasi dan langkah ke depan
Audiensi ini dianggap sebagai momentum untuk memperkuat kerja sama pengelolaan sumber daya laut. Sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan sektor lain diharapkan menciptakan manfaat ekonomi yang lebih inklusif.
Ke depannya, para pihak berencana merancang program terukur yang menggabungkan konservasi dan peningkatan kesejahteraan pesisir sebagai bagian dari implementasi Ekonomi Biru di Bali.
Berita Terkait
MaiA: Platform AI Permudah Rencana Perjalanan Wisatawan
Kemenpar meluncurkan MaiA, platform AI untuk memudahkan penyusunan rencana perjalanan dan mempromosikan dest...
Pelemahan Rupiah Dongkrak Daya Saing Pariwisata Indonesia
Pelemahan rupiah membuat Indonesia lebih murah bagi wisatawan asing, mendorong kunjungan dari Asia meski tan...
Gede Narayana Ditunjuk Jadi Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat
Gede Narayana resmi ditunjuk sebagai Wakil Ketua KIP menggantikan Arya Sandhiyudha; penetapan melalui rapat...
Pemerintah Siapkan Sanksi Publik bagi Pelanggar Uji Tuntas HAM
KemenHAM siapkan sanksi, termasuk publikasi identitas, bagi perusahaan >2.000 pekerja yang tak lapor uji tun...
DPR: Diplomasi Presiden Kunci Hadapi Tantangan Geopolitik
DPR menilai diplomasi presiden penting hadapi gejolak geopolitik; masukan publik layak dipertimbangkan, tapi...
UNDP: Uji Tuntas HAM Kini Wajib bagi Perusahaan Global
UNDP: uji tuntas HAM kini mengikat secara hukum dan jadi tuntutan investor; perusahaan Indonesia harus terap...