Nasional

Pakar Ingatkan Edukasi Pengelolaan Limbah Kurban untuk Cegah Pencemaran

Bagikan:
Ilustrasi pengelolaan limbah penyembelihan hewan kurban di lokasi resmi

Pakar Kesehatan Lingkungan Universitas Airlangga, Dr Corie Indria Prasasti, memperingatkan pentingnya edukasi pengelolaan limbah kurban agar pelaksanaan Iduladha tidak menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan tertulis pada Selasa, 26 Mei 2026.

Pentingnya edukasi pengelolaan limbah

Corie menekankan bahwa edukasi harus menyasar tidak hanya panitia penyembelihan, tetapi juga masyarakat umum. Tujuannya untuk memastikan proses kurban berlangsung aman, bersih, dan tidak membahayakan warga sekitar.

Edukasi itu seharusnya tidak hanya untuk panitia kurban saja, tetapi juga masyarakat umum. Hal itu supaya semua ikut menjaga lingkungan tetap aman dan sehat.

Komponen limbah dan risikonya

Menurut Corie, limbah kurban terdiri dari beberapa jenis yang berisiko mencemari lingkungan jika tidak dikelola baik.

  • Limbah cair, seperti darah;
  • Limbah padat, misalnya isi perut dan jaringan hewan;
  • Sisa organik lain yang mudah membusuk.

Jika limbah dibuang dekat sumber air atau saluran masyarakat, zat organik dan patogen dapat mencemari air minum dan meningkatkan risiko penyakit.

Aturan dan praktik pengelolaan aman

Pengelolaan limbah kurban diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Corie menegaskan limbah tidak boleh dibuang sembarangan dan harus ditempatkan di lokasi khusus dengan jarak aman dari sumber mata air.

Prinsipnya limbah memang boleh dikubur, tetapi harus di tempat khusus. Tidak boleh dekat dengan sumber air supaya tidak menimbulkan masalah kesehatan di kemudian hari.

Tantangan lapangan dan rekomendasi

Salah satu tantangan utama adalah beragamnya kondisi lahan penyembelihan antar wilayah. Tidak semua masjid atau lokasi memiliki area khusus untuk menampung dan mengolah limbah secara aman.

Untuk itu, Corie mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, dinas kesehatan, dinas lingkungan hidup, dan pengurus masjid, agar ada mekanisme pengelolaan limbah yang terstandar pada hari Iduladha.

Kita harus sama-sama ikut menjaga. Jangan hanya panitia saja, tetapi masyarakat juga perlu ikut andil memastikan lingkungan tetap aman, bersih, dan sehat setelah proses kurban selesai.

Pesan Menteri Agama: lingkungan bagian dari ibadah

Senada dengan Corie, Menteri Agama Nasaruddin Umar saat khutbah di Masjid Istiqlal pada Rabu, 27 Mei 2026, meminta agar momentum Iduladha menjadi refleksi peningkatan kepedulian terhadap lingkungan dan nilai kesetaraan antarmanusia.

Alam ini jangan hanya dijadikan objek saja, tetapi juga harus dianggap sebagai subjek.

Ia mengaitkan pelestarian lingkungan dengan konsep ekoteologi yang menekankan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam semesta. Kerusakan lingkungan, menurutnya, berdampak langsung pada kualitas kehidupan dan ibadah.

Penanganan limbah kurban yang lebih baik memerlukan langkah praktis: edukasi publik sebelum dan selama Iduladha, penyediaan titik pengelolaan limbah terpadu, serta koordinasi antarlembaga. Implementasi langkah itu penting untuk melindungi kualitas air, kesehatan masyarakat, dan kelestarian lingkungan setelah perayaan kurban selesai.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait