DPRD Blitar Terima 11 Tuntutan Mahasiswa, Janji Kawal Aspirasi
BLITAR — Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi, menemui pengunjuk rasa Cipayung Plus Blitar Raya yang berunjuk rasa di depan gedung DPRD, Jumat (26/6/2026). Ia menyatakan akan mengawal dan meneruskan 11 tuntutan mahasiswa kepada pihak berwenang sesuai mekanisme.
Dialog langsung dan penyerahan tuntutan
Aksi yang bertajuk Evaluasi Kebijakan Kebobrokan Nasional berlangsung dengan penyerahan dokumen tuntutan oleh perwakilan mahasiswa. Supriadi keluar dari ruang sidang untuk duduk dan berdialog langsung dengan massa.
Dalam pertemuan itu, Supriadi menegaskan DPRD siap menampung dan menindaklanjuti aspirasi melalui saluran resmi. Ia juga menyampaikan kesiapan lembaga untuk menyampaikan masukan ke pemerintah pusat maupun lembaga terkait.
"Seluruh masukan akan kami terima, pelajari, dan kami teruskan kepada pihak yang berwenang sesuai mekanisme yang berlaku," ujar Supriadi, dikutip Jumat (26/6/2026).
Isi tuntutan mahasiswa
Perwakilan aksi menyerahkan 11 poin tuntutan yang menjadi fokus dialog. Poin-poin itu mencakup masalah kebijakan sosial, ekonomi, dan penegakan hukum.
- Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
- Evaluasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)
- Stabilisasi harga kebutuhan pokok
- Stabilisasi harga BBM
- Peningkatan kesejahteraan guru
- Penguatan independensi KPK
- Penghentian kriminalisasi aktivis
- Percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset
- Prioritas anggaran untuk pendidikan
- Prioritas anggaran untuk kesehatan
- Peningkatan perlindungan sosial bagi kelompok rentan
Kondisi lapangan dan keamanan
Aksi sempat memanas saat demonstran membakar ban bekas sebagai simbol protes. Polisi berupaya memadamkan api, yang memicu dorong-dorongan antara aparat dan massa.
Meski demikian, setelah dialog berlangsung dan dokumen diserahkan, massa membubarkan diri secara tertib. Suasana berangsur kondusif saat pertemuan selesai.
Tindak lanjut DPRD dan respons mahasiswa
Supriadi menegaskan DPRD tidak hanya menerima dokumen, tetapi juga akan menjalankan fungsi representasi dengan mengawal aspirasi agar sampai ke lembaga berwenang.
"Apa yang menjadi aspirasi hari ini akan kami tindak lanjuti. Kami siap mengawal seluruh tuntutan sesuai kewenangan DPRD agar suara mahasiswa benar-benar sampai kepada pihak yang berwenang," tegas Supriadi.
Koordinator Aksi Cipayung Plus Blitar Raya, Santa Febriana, mengatakan demonstrasi merupakan bentuk evaluasi kebijakan yang dinilai belum menyentuh kebutuhan publik. Ia meminta anggaran negara lebih diprioritaskan untuk pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.
"Anggaran harus diprioritaskan untuk pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial agar manfaat pembangunan dirasakan luas," ujar Santa Febriana.
Rencana tindak lanjut adalah DPRD akan mempelajari dokumen tuntutan dan menyusun rekomendasi untuk disampaikan ke instansi terkait. Komunikasi yang terjalin diharapkan membuka jalur resmi untuk penyelesaian masalah sosial yang diangkat mahasiswa.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Ponorogo Ajak Warga Beri Data Jujur pada Sensus Ekonomi 2026
Wakil Ketua DPRD Ponorogo, Evi Dwitasari, mengajak warga dan pelaku usaha memberi data akurat pada Sensus Ek...
Pemkab Blitar Gelar Job Fair 2026, 43 Perusahaan Buka Lowongan
Pemkab Blitar menggelar Job Fair 2026 (25–26 Juni) diikuti 43 perusahaan untuk memperluas akses kerja dan me...
PDI Perjuangan Talango Santuni Anak Yatim di Momentum Asyura
PAC PDI Perjuangan Talango memberi santunan anak yatim di Musala Fastabiqul Khoirot pada 24 Juni 2026 untuk...
Surabaya Wajibkan 1–2 Jam Pelajaran tentang Bung Karno
Pemkot Surabaya akan mewajibkan 1–2 jam pelajaran SD-SMP tentang Bung Karno, mengacu pada buku Bung Karno: A...
Festival Mural Lamongan 28 Juni: Puluhan Seniman Warnai DPC PDI Perjuangan
Puluhan muralis dari 18 tim akan melukis dinding kantor DPC PDI Perjuangan Lamongan pada 28 Juni 2026 untuk...
DPRD Jatim Siap Kawal SPMB Jalur Afirmasi bagi Anak Buruh
DPRD Jatim siap mengawal SPMB jalur afirmasi bagi anak buruh dan keluarga miskin pasca aksi buruh di Surabay...