Nasional

DPR Minta Israel Hormati Kesepakatan Damai Iran-AS

Bagikan:
Ilustrasi pertemuan diplomatik antara perwakilan AS dan Iran

DPR RI mengingatkan Israel agar tidak merusak kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang diumumkan pada 15 Juni 2026. Kesepakatan itu dinilai menandai berakhirnya blokade militer AS di Selat Hormuz dan diharapkan menghentikan eskalasi konflik di Timur Tengah.

Seruan DPR kepada Israel

Anggota Komisi I DPR, Oleh Soleh, meminta semua pihak menghormati perjanjian tersebut. Ia menekankan peran penting sekutu AS, termasuk Israel, untuk tidak mengambil tindakan yang bisa merusak implementasi kesepakatan.

Israel yang menjadi sekutu Amerika juga tidak boleh menyerang Iran; langkah dan taktik Israel harus diwaspadai. Jangan sampai Israel merusak perjanjian damai itu dengan melakukan serangan lagi ke wilayah Iran.

Soleh menyatakan bahwa dukungan internasional diperlukan agar komitmen penghentian perang dipertahankan. Ia mendesak pengawasan ketat oleh komunitas internasional terhadap pelaksanaan perjanjian itu.

Tegasnya Sanksi jika Ada Pelanggaran

Politikus PKB itu menegaskan, jika ada serangan selama masa damai, Amerika Serikat dan PBB harus bertindak tegas. Menurutnya, sanksi terhadap pihak yang melanggar merupakan opsi yang harus dipertimbangkan untuk menjaga kredibilitas perjanjian.

Jika dalam masa damai ini Israel ternyata melakukan serangan, maka Amerika Serikat dan PBB harus bertindak tegas. Memberikan sanksi kepada Israel, tidak boleh ada negara mana pun yang merusak perjanjian damai.

Dukungan Indonesia dan Dampak Ekonomi

Oleh Soleh juga meminta Pemerintah Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap upaya perdamaian itu sebagai bagian dari komitmen negara dalam menjaga ketertiban dunia. Ia berharap kesepakatan dapat membawa stabilitas yang berdampak pada ekonomi global.

Dalam penjelasannya, Soleh menyebut bahwa stabilitas kawasan berpotensi menurunkan harga minyak dan menstabilkan harga kebutuhan pokok serta barang lainnya, sehingga memberikan efek positif bagi perekonomian dunia.

Proses Penandatanganan MoU Iran-AS

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut bahwa Nota Kesepahaman (MoU) dengan AS untuk mengakhiri konflik akan ditandatangani dalam beberapa hari setelah finalisasi dokumen. Ia menyampaikan hal ini dalam wawancara pada 12 Juni 2026.

MoU dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik dapat ditandatangani beberapa hari ke depan.

Araghchi menjelaskan MoU akan ditandatangani secara digital oleh kedua pihak di negara masing-masing sebagai tahap awal menuju kesepakatan yang lebih luas. Setelah itu, perundingan lanjutan diharapkan dapat mencegah dimulainya konflik baru antara Teheran dan Washington.

Dengan berakhirnya blokade dan upaya penormalan hubungan, perhatian kini beralih pada implementasi di lapangan dan kesiapan aktor regional untuk menghormati komitmen bersama demi stabilitas jangka panjang.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait