Nasional

Konsep Dokter Terbang untuk Daerah Sulit Akses Faskes

Bagikan:
Helikopter medis sebagai ambulans udara untuk menjangkau daerah terpencil

Pemerintah menyiapkan konsep dokter terbang untuk mempercepat akses layanan kesehatan di wilayah sulit dijangkau. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan gagasan ini di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2026. Tujuannya menangani keadaan darurat dan memperpendek waktu penanganan pasien di daerah terpencil dengan memanfaatkan moda transportasi udara.

Rencana dan tujuan

Prasetyo mengatakan konsep tersebut lahir dari pengamatan pemerintah terhadap daerah yang fasilitas kesehatannya belum merata. Dokter terbang dimaksudkan sebagai solusi cepat agar layanan medis dapat mencapai masyarakat yang terisolasi. Program ini bukan bermaksud menempatkan moda udara di setiap desa, melainkan sebagai mekanisme respons yang lebih cepat.

Contoh internasional dan operasional

Mensesneg mencontohkan, beberapa negara dunia telah menerapkan layanan kesehatan berbasis transportasi udara. Unit ini berfungsi sebagai unit reaksi cepat untuk membawa tim medis dan peralatan ke lokasi terpencil.

Di beberapa negara, di beberapa wilayah itu juga menerapkan hal yang sama, untuk unit reaksi cepat kesehatan itu juga ada yang berbasis helikopter. Itu untuk melakukan penanganan dengan jauh lebih cepat khusus di daerah-daerah yang terpencil

Batasan implementasi

Prasetyo menegaskan bahwa program ini tidak membuat setiap kelurahan atau desa wajib memiliki moda udara. Penempatan akan bersifat strategis dan disesuaikan kebutuhan agar sumber daya dipakai efisien. Pemerintah juga mempertimbangkan kondisi geografis dan urgensi medis sebelum menerjunkan tim udara.

Tidak juga kemudian seluruh desa atau seluruh kelurahannya kemudian ada moda transportasi udaranya. Kan tidak selalu seperti itu

Pernyataan Presiden dan arah kebijakan

Gagasan dokter terbang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada 14 Agustus 2026. Presiden menekankan layanan kesehatan harus sampai tepat waktu dan tidak membuat masyarakat menanggung biaya besar karena akses yang sulit.

Untuk itu kita harus mencari terobosan inovatif, salah satu jalan adalah ambulans udara bahkan nanti juga tim dokter terbang. Tidak boleh lagi seorang ibu kehilangan nyawa karena rumah sakit jauh, tidak boleh seorang ayah menjual seluruh harta bendanya, hanya karena harus berobat ke kota besar

Konsep dokter terbang akan menjadi salah satu opsi dalam penguatan jaringan layanan kesehatan nasional. Pemerintah masih perlu merancang teknis operasional, alokasi sumber daya, serta integrasi dengan fasilitas kesehatan darat untuk memastikan respons yang cepat dan berkelanjutan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait