DKD Kota Kediri Diminta Miliki SK Wali Kota, Seniman Minta Peran Lebih
KEDIRI — Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri, Yuzar Rasyid, merespons aspirasi pelaku budaya yang mendesak legalitas Dewan Kebudayaan Daerah dan keterlibatan seniman lokal dalam agenda kebudayaan. Aspirasi itu disampaikan dalam sarasehan budaya di Arena Seni Balai Kebudayaan DKD Kota Kediri pada Sabtu, 13 Juni 2026, dan akan dikawal melalui jalur kebijakan daerah.
Sarasehan dan peserta
Kegiatan yang diinisiasi Yuzar dihadiri sekitar 100 peserta, terdiri atas seniman, budayawan, komunitas seni, dan masyarakat. Forum memberi ruang untuk memaparkan permasalahan operasional, pembinaan, dan pengembangan seni budaya lokal. Diskusi berlangsung terbuka dan menghasilkan sejumlah tuntutan prioritas kepada pemerintah kota.
Tuntutan legalitas Dewan Kebudayaan Daerah
Salah satu isu utama adalah belum adanya legalitas formal berupa Surat Keputusan (SK) Wali Kota sebagai dasar operasional Dewan Kebudayaan Daerah. Menurut Ketua DKD Kota Kediri, Yuwono Wahyu Alam, payung hukum itu penting untuk memberi kepastian dan memperkuat posisi lembaga.
Dengan adanya Dewan Kebudayaan Daerah Kota Kediri, sebenarnya ini adalah sesuatu yang wajib ada di dalam kota. Paling tidak, legalitas SK Wali Kota menjadi acuan resmi bagi kami untuk bergerak dan berkreasi.
Keterlibatan seniman lokal
Peserta menyampaikan keluhan bahwa peran seniman lokal sering kurang mendapat ruang dalam perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan kebudayaan berskala besar. Mereka menuntut keterlibatan sejak tahap perencanaan agar karya dan aspirasi lokal terakomodasi secara nyata.
Ke depannya, kami berharap Dewan Kebudayaan tidak hanya menjadi penonton atau peserta saja, tetapi benar-benar terlibat langsung sebagai pelaku dan pengelola acara kebudayaan. Tujuannya agar aspirasi para seniman dan budayawan lokal dapat terwadahi dan dibawa ke jenjang pembuatan kebijakan.
Tindak lanjut dan opsi regulasi
Yuzar menyatakan masukan dari sarasehan akan dikawal dan disampaikan ke DPRD serta perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Kebudayaan Kota Kediri. Penguatan regulasi disebut sebagai langkah penting untuk menjaga keberlangsungan ekosistem kebudayaan yang sehat dan berkelanjutan.
Salah satu opsi yang dibahas adalah penyusunan regulasi daerah yang kemudian diperkuat dengan aturan turunan di tingkat pemerintahan kota. Langkah ini ditempuh untuk memberi dasar hukum operasional DKD dan mekanisme keterlibatan pemangku budaya.
Isu lain dan rekomendasi
Selain persoalan kebudayaan, peserta juga mengangkat isu layanan publik yang ikut memengaruhi aktivitas seni dan komunitas. Beberapa aspirasi yang tercatat meliputi:
- Penataan parkir di kawasan acara
- Peningkatan kebersihan lingkungan
- Kelancaran lalu lintas pada hari kegiatan
- Pengembangan sarana olahraga yang mendukung kualitas hidup
Yuzar menilai seluruh masukan itu penting untuk pembangunan daerah yang partisipatif. Ia menekankan perlunya ruang dialog berkelanjutan antara masyarakat dan pemangku kebijakan agar kebutuhan seni-budaya terakomodasi dalam perencanaan kota.
Penutup
Dengan penguatan legalitas dan peningkatan peran pelaku budaya, diharapkan Kota Kediri membangun ekosistem kebudayaan yang lebih kuat dan mampu melestarikan warisan lokal secara berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Tiga Pilar Cup Ngawi Dongkrak UMKM dan Dukung Persinga
Turnamen Tiga Pilar Cup Ngawi menarik penonton, memasuki babak delapan besar, dan menggerakkan UMKM serta du...
Surabaya Abaikan Desil sebagai Acuan Bansos, Verifikasi Dilakukan Langsung
Pemkot dan DPRD Surabaya sepakat desil tak lagi jadi patokan bansos; verifikasi dilakukan lewat forum RT ter...
Puan Atur Pertemuan Prabowo–Megawati Bersama PDIP dan Gerindra
Puan Maharani akan mengatur pertemuan lanjutan antara Prabowo dan Megawati bersama PDIP dan Gerindra usai ku...
Sumenep Gelar Turnamen Sepak Bola Antar-SD 1 Oktober 2026
Pemkab Sumenep menggelar turnamen sepak bola antar-SD pada 1 Oktober 2026 untuk memetakan talenta lokal dan...
Surabaya Tetapkan Prioritas RAPBD 2027: Pendidikan, Kesehatan, Rutilahu
Pemkot Surabaya prioritaskan pendidikan, kesehatan, dan Rutilahu dalam RAPBD 2027 senilai Rp12,825 triliun u...
Prabowo Datangi Rumah Megawati untuk Takziah Guruh
Presiden Prabowo mendatangi kediaman Megawati pada 28/9/2026 untuk menyampaikan takziah atas wafatnya Guruh,...