UMKM Putat Jaya Dibuka Peluang Ekspor, Risma Tekankan Pasar Domestik
Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma menekankan pentingnya memperkuat pasar domestik.
SURABAYA – Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang pelaku UMKM Gotong Royong di Putat Jaya, eks lokalisasi Dolly, untuk menembus pasar ekspor. Pernyataan ini disampaikan saat rangkaian Klinik UMKM Gotong Royong yang berlangsung sepekan ditutup pada 9 Agustus 2026. Namun, mantan Wali Kota Tri Rismaharini menegaskan bahwa langkah ekspansi internasional harus didahului penguatan pasar domestik.
Dukungan untuk akses ekspor
Andreas menyatakan kesediaannya membantu membuka jalur ekspor bagi produk UMKM Putat Jaya. Menurutnya, dukungan kebijakan dan fasilitasi pasar luar negeri bisa mempercepat proses naik kelas pelaku usaha. Ia juga menekankan pentingnya pendampingan menyeluruh agar UMKM siap memenuhi standar ekspor.
"UMKM ini sangat penting di dalam struktur ekonomi Indonesia, karena yang menyerap tenaga kerja itu ada 90 persennya. Jadi sebetulnya Indonesia ini sangat tergantung dari pelaku UMKM," ujar Andreas.
Risma: pasar domestik harus kuat dulu
Tri Rismaharini meminta agar fokus pertama adalah membangun pasar domestik yang stabil. Ia menyebutkan kualitas produk, kapasitas produksi, pemasaran, dan keberlanjutan usaha sebagai modal utama sebelum membidik pasar luar negeri.
"Kalau Mas Andreas bisa bantu untuk ekspor, Insya Allah nanti UMKM Gotong Royong bisa berkembang," kata Risma saat sesi tanya jawab.
Pendampingan teknis dan legal
Klinik UMKM bersama Dinas Koperasi UMKM Perdagangan Kota Surabaya memberikan pendampingan administratif dan teknis. Program mencakup pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), hak kekayaan intelektual (HAKI), serta pelatihan pemasaran dan pengelolaan keuangan.
Fasilitas pendampingan juga didukung oleh aplikasi UMKM Gotong Royong untuk mempermudah akses layanan bagi pelaku usaha.
Pelatihan dan produk unggulan
Rangkaian kegiatan menghadirkan pelatihan craft dan food. Pelaku UMKM mendapatkan keterampilan produksi dan penyajian yang diarahkan ke pasar yang lebih luas.
- Contoh UMKM yang telah berkembang: Eceng Gondok Witrove, Selendang Semanggi, Kopi Jelly Denil, Diah Cookies.
- Pelaku di Putat Jaya: Sandal Hotel/Alas Kaki Mampu Jaya, Batik Jarak Arum, Sablon Indana Production.
- Pelatihan mencakup: pembuatan dompet, rompi, alas kaki, nasi kotak, masakan Korea, dim sum, dan aneka minuman.
Akses pasar dan keberlanjutan
Produk hasil pelatihan diarahkan masuk ke bazar, sentra UMKM, Sentra Wisata Kuliner Pemkot Surabaya, jaringan hotel, dan kanal penjualan digital. Pelaku juga mengusulkan akses pemasaran ke instansi dan sekolah serta pelatihan pemasaran digital.
Risma mengingatkan agar pelaku tidak bergantung penuh pada bantuan instansi pemerintah, melainkan memperkuat branding, packaging, dan kemampuan menjangkau konsumen secara langsung.
Penutupan kegiatan berupa Bazaar Kemerdekaan UMKM Gotong Royong dihadiri ratusan peserta dan warga setempat. Dengan penguatan produksi, legalitas, dan pemasaran, Putat Jaya diharapkan berkembang menjadi kawasan ekonomi kreatif mandiri yang mampu bersaing di pasar lokal, nasional, dan internasional.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Pemprov Jatim Diminta Susun Kebijakan Fiskal untuk Kendaraan Listrik
DPRD Jatim mendorong kebijakan fiskal kendaraan listrik yang memperhitungkan bobot dan dampak pada infrastru...
PDI Perjuangan Kukuhkan Pengurus Ranting Bandung, 30% Diisi Gen Z
PDI Perjuangan mengukuhkan Pengurus Ranting dan Anak Ranting Kecamatan Bandung 9 Agustus 2026; 30% posisi ki...
Aksi Tolak Pinjaman Rp786 Miliar di Jember Memanas, Polemik Kepala Desa
Aksi menolak rencana pinjaman Rp786 miliar di DPRD Jember memanas; aktivis tuntut pembatalan sementara sejum...
Banteng Jatim Tertinggal 1-4, Peluang Lolos Soekarno Cup Masih Terbuka
Banteng Jatim kalah 1-4 dari Banteng Jabar di Surabaya (10/8/2026), namun pengarah panitia dan pelatih menil...
Banteng Jatim Tertekan Usai Kalah 1-4 di Soekarno Cup
Banteng Jatim kalah 1-4 dari Banteng Jawa Barat di laga pembuka Soekarno Cup 2026; peluang lolos masih terbu...
Soekarno Cup 2026: Panggung Cari Talenta Sepak Bola Muda
Soekarno Cup 2026 di Surabaya jadi wadah bagi 16 provinsi dan 400 pemain mencari kesempatan ke klub profesio...