DPR: Distribusi Dokter Lebih Mendesak daripada Penambahan Jumlah
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menilai masalah utama pelayanan kesehatan bukan sekadar kurangnya dokter, melainkan ketidakmerataan distribusi tenaga kesehatan yang membuat banyak daerah kesulitan mengakses layanan medis. Pernyataan disampaikan di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026, menyusul sorotan terhadap penempatan dan perencanaan tenaga kesehatan nasional.
Distribusi tenaga kesehatan jadi sorotan
Netty mengatakan diskusi publik selama ini lebih fokus pada jumlah dokter. Padahal, menurutnya, masyarakat paling merasakan dampak dari penumpukan tenaga medis di kota besar dan kekosongan di daerah terpencil.
"Padahal persoalan yang paling dirasakan masyarakat adalah distribusi tenaga kesehatan yang belum merata. Masih banyak daerah yang kesulitan mendapatkan layanan dokter, sementara di kota-kota besar justru terjadi penumpukan tenaga medis,"
Perencanaan nasional dan pemetaan kebutuhan
Ia menekankan pemerintah perlu memperkuat perencanaan tenaga kesehatan melalui pemetaan kebutuhan setiap daerah. Pemetaan yang dimaksud harus mempertimbangkan jumlah penduduk, karakteristik wilayah, beban penyakit, serta kesiapan fasilitas pelayanan.
Netty menilai penempatan dokter tidak boleh hanya mengandalkan mekanisme penugasan semata. Dukungan berupa insentif dan jenjang karier yang jelas penting untuk menjaga keberlanjutan layanan.
"Penempatan dokter tidak cukup hanya mengandalkan penugasan, tetapi juga harus didukung insentif yang memadai, jenjang karier yang jelas. Lalu, fasilitas kerja yang layak serta dukungan bagi kehidupan sosial tenaga kesehatan di daerah,"
Pembangunan fasilitas kesehatan perlu kajian
Selain distribusi tenaga, Netty mengingatkan pentingnya pemerataan pembangunan fasilitas kesehatan. Setiap pembangunan rumah sakit dan pengadaan alat harus berbasis kajian kebutuhan yang komprehensif.
"Setiap pembangunan rumah sakit maupun pengadaan alat kesehatan harus berbasis pemetaan kebutuhan. Jangan sampai ada daerah yang kekurangan layanan dasar,"
Peran AI sebagai pendukung tenaga medis
Netty menyambut penggunaan Artificial Intelligence dalam layanan kesehatan. Namun ia menegaskan teknologi harus berperan sebagai pendukung, bukan pengganti keputusan klinis dokter.
"AI dapat membantu proses skrining, analisis data kesehatan, pembacaan hasil pemeriksaan penunjang, hingga mempercepat administrasi pelayanan. Keputusan klinis, tetap harus berada di tangan dokter karena pelayanan kesehatan membutuhkan penilaian profesional, komunikasi dengan pasien,"
Catatan Kementerian Kesehatan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya menyatakan adanya banyak pekerjaan rumah terkait kekurangan dokter di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan saat rapat kerja di Komisi IX DPR, Kamis, 25 Juni 2026.
"Banyak sekali puskesmas yang tidak ada dokternya,"
Budi juga melaporkan kondisi ekstrem di beberapa daerah, seperti Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, yang tidak memiliki dokter spesialis dan kekurangan dokter gigi di banyak puskesmas. Ia menilai kekurangan dokter meningkatkan beban kerja tenaga medis yang ada.
"Jadi masalah utamanya karena memang kita kekurangan dokter sehingga akibatnya bebannya tinggi sekali,"
Pemerataan tenaga kesehatan dan pembangunan fasilitas yang berbasis kajian kebutuhan menjadi kunci perbaikan. Ke depan, diperlukan sinergi kebijakan antara perencanaan nasional, skema insentif, dan pemanfaatan teknologi agar layanan kesehatan dapat menjangkau seluruh wilayah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...