Politik

Kediri Percepat Digitalisasi Perlinsos dan Gandeng Warga sebagai Agen

Bagikan:
Petugas dan warga melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Kediri

Kediri — Pemerintah Kabupaten Kediri mempercepat digitalisasi data Perlinsos untuk memastikan bantuan sosial (bansos) tepat sasaran. Pemkab mendorong peran masyarakat sebagai agen Perlinsos yang dapat mengusulkan warga layak menerima bansos. Program ini berjalan sejak September–Oktober 2026 dan menargetkan full digitalisasi data penerima bansos akhir tahun.

Peran masyarakat dan syarat agen

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito menilai keterlibatan tetangga penting agar kondisi warga rentan terdeteksi di lapangan. Calon agen Perlinsos diwajibkan mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebelum dapat mengusulkan keluarga penerima manfaat.

"Saya rasa gerakan peduli tetangga ini sangat baik, karena tetangga ini bisa tahu kondisi warga layak menerima bansos atau tidak,"

Pelayanan jemput bola dan titik layanan

Plt. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kediri, Wirawan, menyebutkan ada 28 titik layanan administrasi kependudukan yang dioptimalkan untuk aktivasi IKD. Selain itu, petugas turun langsung ke desa untuk mempermudah aktivasi bagi calon agen dan warga.

"Dalam rangka mendukung program Perlinsos ini, kita juga turun ke desa-desa melakukan percepatan aktivasi IKD,"

Pada September 2026 layanan jemput bola menyasar 20 desa di Kecamatan Mojo dan melayani lebih dari 4.000 warga. Pada Oktober, kegiatan dilanjutkan ke desa-desa di Kecamatan Ngancar, Kayen Kidul, dan Wates.

Kolaborasi lintas instansi dan pendaftaran agen

Percepatan aktivasi juga dilakukan lewat kolaborasi Dinas Dukcapil, Dinas Sosial, dan Polres Kediri. Pada 2 dan 5 Oktober 2026 digelar pelayanan aktivasi IKD sekaligus pendaftaran agen Perlinsos yang diikuti 388 anggota Polres.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Subur Widono, menjelaskan agen Perlinsos dapat berasal dari berbagai unsur: TNI, Polri, ASN, pemerintah desa melalui RT/RW, maupun masyarakat umum. Agen bertugas membantu digitalisasi data keluarga penerima manfaat (KPM) serta menjangkau kelompok rentan.

Data saat ini dan target akhir tahun

Indikator Jumlah
Total kepala keluarga (KK) di Kabupaten Kediri 615.926
KK tercatat sebagai penerima bansos (PKH/BPNT) 122.393
KK yang sudah terekam dalam sistem Perlinsos 20.538
Kebutuhan agen Perlinsos 3.725
Agen yang sudah terdaftar 3.637
Agen yang masih dibutuhkan 88

Subur menegaskan target akhir tahun adalah menyelesaikan digitalisasi setidaknya untuk 122.393 KK yang tercatat sebagai penerima bansos agar basis data lebih lengkap dan akurat.

Implikasi dan langkah ke depan

Percepatan digitalisasi diharapkan memperkuat basis data perlindungan sosial dan membuka partisipasi masyarakat dalam mengidentifikasi warga yang membutuhkan. Meski demikian, ketepatan data dan proses verifikasi tetap menjadi kunci agar penyaluran bansos sesuai kriteria dan kondisi di lapangan.

Program akan dilanjutkan dengan perluasan layanan aktivasi IKD dan peningkatan jumlah agen hingga target tercapai, sambil mempertahankan proses verifikasi yang ketat.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait