Pemerintah Perkuat Desa Tangguh Bencana lewat Edukasi dan Sinergi
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana melalui edukasi kebencanaan dan pengembangan desa tangguh bencana. Pernyataan itu disampaikan Asisten Deputi Penanganan Bencana Kemenko PMK, Meri Efriana, usai menghadiri Disaster Management Summit di Jakarta Pusat pada Jumat, 21 Agustus 2026. Langkah ini bertujuan meningkatkan pemahaman publik agar mampu merespon bencana secara cepat, tepat, dan mandiri.
Sinergi antar-pihak untuk mitigasi dan respons
Meri menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendirian oleh pemerintah. Menurutnya, kolaborasi dengan lembaga usaha, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat lokal diperlukan untuk memperkuat upaya mitigasi dan penanganan bencana. Dia memberi contoh kerja sama dengan dunia usaha dalam membentuk desa tangguh di sekitar lokasi operasi perusahaan.
"Pemerintah tidak bisa bersendiri. Sinergi dilakukan lembaga usaha dengan menciptakan desa di sekitar tempat usahanya agar bisa tangguh,"
Edukasi kebencanaan dan pemanfaatan aplikasi
Pemerintah mendorong edukasi berkelanjutan agar masyarakat memahami langkah yang harus diambil sebelum, saat, dan setelah bencana. Meri menyebut materi edukasi juga mengarahkan warga memanfaatkan InaRISK Personal untuk mengetahui potensi bencana berdasarkan lokasi.
"Masyarakat harus terus meningkatkan pengetahuan agar memahami lokasi mereka dan potensi bencana yang mungkin terjadi,"
Dengan pemahaman lokasi dan risiko, warga diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan tindakan penyelamatan yang tepat ketika ancaman muncul.
Pelatihan berkelanjutan untuk mengurangi kepanikan
Meri menekankan pentingnya latihan rutin agar pengetahuan kebencanaan tidak hilang saat situasi darurat. Latihan berulang membantu warga tetap tenang dan menerapkan prosedur keselamatan dengan benar. Ia juga mengingatkan bahwa mereka yang paham kondisi seringkali juga bisa lupa, sehingga peran pengingat dari komunitas menjadi penting.
"Untuk kita yang masih sadar kondisi itu, kita yang mengingatkan mereka. Karena saya yakin kita yang sering tahu tentang bencana saja kadang lupa,"
Penguatan desa tangguh dan edukasi berkelanjutan menjadi strategi sentral Kemenko PMK untuk membangun masyarakat yang lebih tahan bencana. Implementasi sinergi antar-pemangku kepentingan dan pemanfaatan teknologi risiko dipandang sebagai langkah praktis untuk mencapai tujuan tersebut.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
TNI AL Kerahkan Helikopter untuk Percepat Bantuan Gempa NTT
TNI AL menurunkan helikopter Bell-412 untuk percepat distribusi 400 kg bantuan pangan ke korban gempa di NTT...
Pertamina: Layanan Energi di Flores Kembali Normal Usai Gempa
Pertamina menyatakan layanan energi di Pulau Flores sudah pulih pasca gempa M7,7; SPBU, agen LPG, dan avtur...
Gempa NTT: Pemerintah Kerahkan Bantuan Logistik dan Kesehatan
Pemerintah mengerahkan logistik, tenaga medis, dan tenda darurat pascagempa magnitudo 7,7 di NTT untuk memen...
Gempa NTT: 44.946 Rumah Rusak dan 502 Sekolah Rusak Berat
Gempa NTT merusak 44.946 rumah dan 502 sekolah rusak berat; pemerintah prioritaskan perbaikan fasilitas publ...
PKP Buka Akses Perumahan untuk Pelaku Ekonomi Kreatif
Kementerian PKP membuka peluang kolaborasi untuk memperluas akses perumahan bagi pelaku ekonomi kreatif, ter...
Pemerintah Maksimalkan OMC Atasi Karhutla di Kalimantan
Pemerintah intensifkan OMC dan armada helikopter untuk mempercepat penanganan karhutla di Kalimantan serta m...