Ketua DPRK Aceh Tenggara Denny Roza Raih Serambi Award 2026
KUTACANE – Ketua DPRK Aceh Tenggara, Dr. Denny Febrian Roza S. STP, M.Si, menerima Serambi Award 2026 di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Sabtu (29/8). Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas gerakan santunan terhadap anak yatim di Kabupaten Aceh Tenggara yang berlangsung sejak 2020.
Penghargaan dan alasan penerimaan
Denny Febrian Roza terpilih sebagai “Pemimpin Gerakan Pemberdayaan Anak Yatim” pada malam penganugerahan Serambi Award 2026. Pilihan panitia menilai prakarsa sosialnya memberi kontribusi nyata pada keberlangsungan pendidikan anak yatim di daerah itu.
"Penghargaan itu diberikan atas gerakan sosial santunan terhadap anak yatim di Kabupaten Aceh Tenggara,"
Detail program santunan
Gerakan santunan yang dijalankan sejak 2020 itu terdiri dari bantuan tunai dan perlengkapan sekolah. Setiap tahun program ini menyasar 1.300 anak yatim di Kabupaten Aceh Tenggara.
- Bantuan tunai untuk kebutuhan pendidikan dan hidup anak.
- Penyediaan seragam dan perlengkapan sekolah untuk penerima manfaat.
- Pelaksanaan program berlangsung setiap tahun sejak 2020.
"Penghargaan ini atas gerakan sosial santunan terhadap anak yatim yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2020 lalu,"
Sumber dana dan skema pendanaan
Denny menjelaskan program itu dibiayai dari dana pokok pikir anggota legislatif. Alokasi dana rutin yang digunakan mencapai Rp350 juta per tahun untuk menjamin kelangsungan santunan bagi anak yatim.
Dampak dan respons
Pemberian penghargaan mendorong pelanjutan dan pengembangan program santunan di Aceh Tenggara. Menurut panitia, program tersebut membantu anak yatim melanjutkan pendidikan dan mengurangi beban keluarga penerima manfaat.
Rencana ke depan
Denny menyatakan penghargaan ini menjadi motivasi untuk memperluas jangkauan bantuan. Ia menegaskan program tidak berhenti pada prestasi personal, melainkan menjadi pengingat tanggung jawab sosial bersama.
"Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi. Ini menjadi pengingat, bahwa masih banyak anak-anak yang butuh kasih sayang. Ini juga dijadikan sebagai motivasi untuk terus bergerak,"
Dengan pengakuan tersebut, upaya memperkuat program santunan dan memobilisasi dukungan publik diprediksi akan terus berjalan. Program yang terstruktur sejak 2020 diharapkan tetap berkelanjutan dan memberi dampak pendidikan jangka panjang bagi anak yatim di wilayah itu.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
250 Alumni Deppen Sumut Gelar Temu Kangen Anantakupa di Medan
Sekitar 250 alumni eks Deppen Sumut berkumpul dalam Temu Kangen Anantakupa di Medan untuk menjaga silaturahm...
Padi Tumbang Akibat Hujan Angin, Puluhan Hektare Rusak di Simalungun
Hujan deras disertai angin kencang pada 28 Agustus merusak puluhan hektare padi di Pematangbandar Simalungun...
Polsek Siantar Martoba Sosialisasi Relokasi SPPG Pondok Sayur
Polsek Siantar Martoba sosialisasikan relokasi SPPG Pondok Sayur pada 28 Agustus, memperkuat hubungan dan ke...
Konflik Ibu-Anak di Siantar Picu Pengancaman soal Sepeda Motor
Perselisihan ibu-anak di Siantar berujung ancaman karena permintaan sepeda motor tak terpenuhi; polisi meres...
Medan Rafting Championship 2026: Sport, Safety, dan Sustainability
Medan Rafting Championship 2026 digelar FAJI Kota Medan dengan pelatihan Water Rescue dan Aksi Bersih Sungai...
Polres Langkat Amankan S Terkait Narkoba; 1.228 Desa Masih Tertinggal
Sat Res Narkoba Polres Langkat menangkap S (49) di Baja Kuning; 1.228 desa di Sumut masih tertinggal dan sat...